
Sorong, TopbNews – Dari empat DOB di Tanah Papua yang baru-baru ini diresmikan, Papua Barat Daya menjadi yang pertama melantik Panitia Pemilihan dan Pengawas MRP PBD. Panitia pemilihan dan pengawas, hendaknya segera bekerja karena proses hanya berlangsung kurang lebih dua bulan. Mereka yang telah dilantik, juga diharapkan memilih orang-orang yang memiliki kemampuan untuk duduk di MRP PBD.
Pj. Gubernur PBD, Muhammad Musa’ad saat melantik Panitia Pemilihan dan Panitia Pengawas, Jumat (10/3) mengatakan sosok yang nantinya terpilih adalah yang mampu memberi manfaat bagi kepentingan OAP. MRP PBD, harusnya bisa memberi peran lebih besar karena merupakan representatif OAP.
“Figur yang terpilih memiliki track record dan kualitas bagus, komitmen dan integritas. Figur terpilih yang paham dengan tugas dan tanggungjawabnya sehingga lahir sosok yang mengisi MRP PBD yang betul-betul bisa memberikan manfaat bagi kepentingan OAP. Jangan sampai masuk dan tidak tapi sama saja. Jangan duduk tapi tidak bermanfaat. Kalau teman-teman konsisten berpegang dengan integritas, maka jika yang datang kacau-kacau ya jangan di kasih ruang,” tegasnya
“Jadi kalau ada investor yang masuk, masyarakat palang, harusnya MRP yang menjadi penghubung antara pemilik adat dengan investor. Tapi yang terjadi lebih banyak bicara politik dan kulturnya hilang. Sy harap PBD ini mari kita buat yg baik,” katanya sembari menambahkan tugas MRP adalah memastikan hak-hak orang asli Papua terpenuhi, afirmasi keberpihakan dan pemberdayaan untuk OAP.
MRP, kata Musaad, merupakan lembaga yang unik dan spesial. Lembaga ini mengabungkan tiga unsur sekaligus. Yakni unsur adat, perempuan dan agama. “Tidak ada lembaga yang seperti ini. Jujur saja kita melakukan ATM yaitu Ambil Tiru Modifikasi. Ada lembaga seperti ini tapi isinya hanya satu unsur lembaga saja. Ada juga yang hanya unsur perempuan saja. Untuk itulah digabungkan tiga unsur ini yakni Agama, Adat dan Perempuan,” terangnya.
Susunan Panitia Pemilihan MRP PBD, terdiri dari unsur pemerintah, Septinus Lobat dan Anhar Akib Kadar, unsur akademisi Hanike Monim, tokoh perempuan Miryam Isir dan tokoh masyarakat Toni Wolas Krenak. Sedangkan Panitia Pengawas, yakni dari Kepolisian Julfian F. Sihombing, Kejaksaan I Putu Sastra Adi Wicaksana, dan tokoh masyarakat Jeremias Nauw.
“Selamat saudara adalah orang terpilih yang diberi amanah untuk melakukan satu tahapan di dalam Provinsi PBD yang pertama. Oleh karena itu, pelantikan hari ini membuat sejarah baru di PBD dan pasti akan dikenang. Karena yang pertama yang merintis pasti akan dikenang akhir hayat,” ujar Musa’ad.
Sesuai target, pelaksanaan pemilihan MRP PBD akan berlangsung selama dua bulan. Awal Juni 2023, Mendagri Tito Karnavian direncanakan akan datang dan melantik para anggota MRP yang terpilih.
Penulis : Tesan