Bupati Yohanis Manibuy Bidik Babo Jadi Pusat Ekonomi Pesisir, Aset BP Tangguh Disiapkan untuk Dikelola BUMD

Bintuni, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mulai menyiapkan langkah strategis untuk mendorong Distrik Babo menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir.

Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu strategi yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah mengoptimalkan pemanfaatan aset di kawasan Babo, termasuk sejumlah fasilitas yang selama ini berkaitan dengan aktivitas operasional BP Tangguh.

Aset tersebut meliputi kawasan dermaga, lahan di sekitar pelabuhan dan bandara, serta bangunan Babo Camp yang sebelumnya digunakan sebagai mess karyawan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Yohanis saat melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah aset bersama Social Performance and Delivery Manager BP Indonesia (BP Tangguh LNG), Habel Tanati, dalam kunjungan kerja di Distrik Babo, Kamis (5/11).

Peninjauan itu turut melibatkan Kepala Dinas Perhubungan Jandry Salakory, staf pengelolaan aset daerah BPKAD, pengurus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), unsur pemerintah Distrik Babo, serta pihak terkait lainnya.

Bupati Yohanis menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengidentifikasi status kepemilikan, kondisi, serta peluang pemanfaatan aset yang berada di kawasan strategis Babo.

Ia menyebut, pemerintah daerah menyambut positif rencana BP Tangguh untuk menyerahkan kembali sejumlah bangunan yang berdiri di atas tanah milik Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni agar dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pembangunan daerah.

Menurutnya, hasil peninjauan awal ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan pola pengelolaan aset, termasuk mendorong keterlibatan BUMD agar fasilitas yang tersedia dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Salah satu opsi pemanfaatan yang tengah dipertimbangkan adalah menjadikan Babo Camp sebagai rumah singgah atau fasilitas penginapan bagi masyarakat maupun pihak yang memiliki kepentingan di wilayah tersebut.

“Melalui peninjauan ini, kami ingin memastikan aset-aset yang ada dapat dikelola dengan baik. Kami juga mendapatkan informasi positif terkait inisiatif BP Tangguh untuk menyerahkan kembali bangunan yang berdiri di atas tanah milik pemerintah daerah”, ujar Yohanis.

Ia menegaskan, pengelolaan aset daerah tidak boleh hanya berorientasi pada keberadaan bangunan atau fasilitas fisik. Lebih dari itu, setiap aset harus memiliki nilai manfaat dan mampu menghasilkan kontribusi bagi perekonomian daerah.

Bupati juga menyoroti pentingnya memperkuat sumber-sumber PAD di tengah kondisi keuangan daerah yang masih memiliki ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat. Karena itu, pemanfaatan aset potensial melalui BUMD dinilai sebagai salah satu langkah untuk memperluas sumber pendapatan daerah.

“Setiap aset yang dimiliki daerah harus bisa memberikan manfaat. Kita ingin potensi yang ada dikelola secara maksimal sehingga ke depan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi daerah”, tegasnya.

Selain pengelolaan aset, Yohanis menyebut pengembangan Distrik Babo harus berjalan seiring dengan pembenahan infrastruktur pendukung, terutama sektor transportasi. Saat ini, pemerintah daerah juga tengah mendorong revitalisasi dermaga Pelabuhan Babo sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan pelayanan transportasi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai, apabila didukung pengelolaan aset secara terencana, akan membuka peluang pertumbuhan berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, jasa, hingga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Bupati menambahkan, seluruh rencana tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan administrasi oleh organisasi perangkat daerah bersama BUMD. Hal ini penting agar proses pengalihan maupun pemanfaatan aset dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menargetkan Distrik Babo tidak hanya berfungsi sebagai salah satu pintu masuk wilayah kabupaten, tetapi juga tumbuh sebagai kawasan ekonomi pesisir yang memiliki daya saing, membuka peluang usaha, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!