Ketua MRP PBD Dorong TNI Perluas Serbuan Teritorial hingga Wilayah Terisolir Papua

Manokwari, TopbNews.com – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya, Alfons Kambu, mendorong jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar memperluas pelaksanaan kegiatan Serbuan Teritorial hingga menjangkau seluruh wilayah terpencil dan terisolir di Tanah Papua.

Menurut Alfons, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah pelosok.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri upacara pembukaan kegiatan Serbuan Teritorial TNI Tahun Anggaran 2026 di Kampung Klamnik, wilayah teritorial Korem 181/Praja Vira Tama (PVT) Sorong, Rabu (4/11).

Dalam kesempatan tersebut, Alfons menyampaikan apresiasi kepada Panglima TNI melalui Pangdam XVIII/Kasuari atas perhatian dan kepedulian TNI terhadap masyarakat Papua Barat Daya.

Sebagai pimpinan lembaga kultur Orang Asli Papua (OAP), ia menilai kegiatan Serbuan Teritorial merupakan langkah positif untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan humanis antara TNI dengan masyarakat.

“Harapan saya, kegiatan yang sama kalau bisa Panglima TNI dan jajaran memperkuat satuan TNI di daerah. Karena masyarakat selama ini taunya TNI itu jaga keamanan. Kadang juga mereka mendapatkan kabar dari media sosial bahwa TNI itu melakukan hal yang selalu mengecewakan masyarakat”, ujar Alfons.

Ia berharap melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung peran dan kontribusi TNI dalam membantu pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Alfons mendorong agar perhatian terhadap wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dapat diperluas ke seluruh daerah pelosok Papua.

Menurutnya, pendekatan humanis dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat merupakan hal penting untuk memperkuat persatuan serta mengurangi kesenjangan pembangunan.

Alfons juga menilai pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yang memberikan ruang bagi pemerintah pusat untuk menghadirkan kebijakan khusus bagi masyarakat di Tanah Papua, terutama di wilayah yang masih terisolasi.

Ia berharap program seperti Serbuan Teritorial dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan dan perbedaan yang selama ini dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

“Kalau bisa di daerah-daerah yang terisolir. Jika ini sudah dilakukan di daerah terisolir, saya rasa perbedaan-perbedaan sudah dapat tereliminasi dengan baik”, ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Alfons mengimbau para guru dan seluruh masyarakat, baik yang berada di wilayah pinggiran kota maupun di kabupaten, agar terus mendukung kegiatan TNI.

Ia berharap dukungan masyarakat dapat mendorong keberlanjutan program Serbuan Teritorial sehingga pada tahun-tahun mendatang pelaksanaannya semakin luas dan menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan perhatian.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, lembaga kultur, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang merata serta memperkuat persatuan di Tanah Papua. (*)

Penulis : Salmon/Rian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!