Bintuni, TopbNews.com – Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh peserta Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Pemuda Maluku (IPEMAL) Kabupaten Teluk Bintuni.
Ia menegaskan, siapa pun yang terpilih memimpin IPEMAL harus mampu merangkul seluruh pemuda, bersikap dewasa dalam menghadapi persoalan, serta bersikap netral.
“Menjadi seorang nahkoda, menjadi seorang pemimpin, ditunjuk dan diberikan kepercayaan menjadi ketua pemuda, maka sudah wajib hukumnya tidak miring kanan, tidak miring kiri, tetapi tegak pada koridor”, tegasnya saat menghadiri pembukaan Musda III IPEMAL Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (3/10), di Aula Kantor KPU Kabupaten Teluk Bintuni.
Ia mengingatkan bahwa pemimpin tidak boleh mudah terbawa arus maupun terprovokasi oleh persoalan yang belum dipahami secara menyeluruh. Pemimpin, kata Joko, harus mampu menahan diri, mengkaji persoalan dan mengambil langkah yang tepat.
“Pemimpin harus dewasa dan mampu membedah persoalan”, ujarnya.

Dalam sambutannya, Joko menggunakan perumpamaan sederhana untuk menggambarkan bagaimana seorang pemimpin harus menghadapi persoalan.
Ia mengibaratkan persoalan sebagai api.
Ketika ada pihak datang membawa “api”, seorang pemimpin tidak boleh justru menambah “bensin” yang membuat masalah semakin besar. Sebaliknya, pemimpin harus menjadi pihak yang mampu memadamkan persoalan.
“Jangan dia datang dengan api, kau tambah lagi bensin. Tidak boleh. Siapkan air, supaya ketika dia datang dengan api, kau padamkan dengan air”, tegasnya sembari menambahkan bahwa setiap persoalan harus dikaji dengan kepala dingin.
Joko juga menekankan bahwa Ketua IPEMAL yang terpilih nantinya harus menjadi pemimpin bagi seluruh pemuda Maluku di Teluk Bintuni.
“Rangkul semua, kecil besar, tua dan muda”, katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dengan para orang tua dan sesepuh Maluku.
Joko menilai pengalaman para orang tua merupakan bagian penting yang harus dipelajari oleh generasi muda.
“Rajin-rajin kita berdiskusi dengan orang-orang tua. Jangan mentang-mentang baru datang, punya ilmu, punya pendidikan, lalu tepuk dada bahwa ini yang paling hebat di negeri ini”, katanya.
Irisan Sejarah Maluku dan Papua Harus Dijaga
Dalam kesempatan tersebut, Joko juga menyinggung hubungan sejarah antara masyarakat Maluku dan Papua yang telah berlangsung sejak lama.
Ia meminta generasi muda untuk memperbanyak membaca sejarah serta memahami kultur dan budaya agar tidak mudah mengeluarkan pernyataan yang dapat menyinggung kelompok lain.
“Kalau paham dan mengerti, rajin-rajin membaca buku sejarah. Antara orang Maluku dengan Papua pada umumnya itu seperti apa, irisannya seperti apa”, ujarnya.
Menurut Joko, hubungan antarmasyarakat yang telah terbangun di Tanah Sisar Matiti harus dijaga dengan sikap saling menghormati dan memahami sejarah.
Ia menegaskan, perbedaan agama, latar belakang maupun pilihan dalam organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.
Musda Bukan Sekadar Memilih Ketua
Joko berharap Musda III IPEMAL tidak berhenti pada proses pemilihan ketua. Musda harus menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi menjadi wadah yang terbuka, solid dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Yang terpilih adalah sosok pemuda yang hebat, sosok pemimpin yang bijak dan mampu membedah persoalan”, harapnya.
Ia juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terhadap pelaksanaan Musda III IPEMAL dan berharap kepengurusan yang terpilih nantinya dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan.
“Siapa pun yang terpilih, kita sama-sama berkolaborasi sesuai dengan visi dan misi Bupati, yaitu SERASI”, kata Joko.
Musda III IPEMAL Kabupaten Teluk Bintuni sendiri mengusung tema “Bersatu, Berbudaya, Membangun Teluk Bintuni yang Serasi.”
Menutup sambutannya, Joko menyampaikan pesan bahwa perbedaan pilihan dalam musyawarah merupakan hal biasa, namun persaudaraan harus tetap dijaga.
“Beda pilihan dalam musyawarah tidak jadi masalah, yang utama katong semua basudara”, pungkasnya.
Ia mengajak seluruh pemuda Maluku untuk tidak hanya hadir dalam organisasi, tetapi mampu melayani dengan hati dan berkarya memberikan bukti bagi pembangunan Teluk Bintuni. (*)


Penulis : Marthina Marisan