
Bintuni, TopbNews.com – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy turun langsung ke lokasi pemalangan Jalan Tisay Bintuni, Rabu (23/9/2026) malam.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Teluk Bintuni itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meredam situasi sekaligus mencari penyelesaian atas persoalan yang dipicu kecelakaan lalu lintas.
Bupati Yohanis Manibuy didampingi Wakil Bupati Joko Lingara, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Marully Rachmat Azwar dan Dandim 1806/TB Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak tiba di lokasi sekitar pukul 20.26 WIT.
Lokasi pemalangan berada di depan Kantor Subdenpom XVIII/1-1 Bintuni, Distrik Bintuni Timur, Argosigemerai SP5.
Aksi pemalangan dilakukan keluarga korban setelah terjadi kecelakaan lalu lintas sekitar pukul 16.00 WIT yang menyebabkan seorang mama Papua mengalami luka serius pada bagian kaki kanan dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Situasi kemudian memanas. Keluarga korban melakukan pemalangan jalan, membakar sepeda motor yang diduga milik pelaku kecelakaan serta sejumlah ban bekas di badan jalan.
Akses lalu lintas di ruas tersebut pun tertutup selama kurang lebih lima jam.
Setibanya di lokasi, Bupati Yohanis Manibuy memilih berdialog langsung dengan keluarga korban dan masyarakat. Pemerintah mendengarkan aspirasi serta tuntutan keluarga untuk penyelesaian persoalan melalui mekanisme adat.
Dalam penyampaian aspirasi, keluarga korban meminta adanya penyelesaian berupa pembayaran denda darah sebesar Rp1 miliar. Selain itu, disampaikan pula sejumlah aspirasi masyarakat dari tiga wilayah distrik terkait kondisi masyarakat dan keberadaan personel keamanan.
“Pihak keluarga korban meminta agar pelaku membayar denda darah sebesar Rp1 miliar. Kami juga menyampaikan aspirasi masyarakat dari tiga distrik kepada pemerintah, termasuk persoalan penarikan anggota TNI dari Distrik Moskona Utara, Moskona Utara Jauh dan Moskona Barat serta pemulangan masyarakat pengungsi ke wilayah asal,” demikian aspirasi
yang disampaikan perwakilan warga.

Bupati Yohanis Manibuy kemudian memberikan tanggapan terhadap aspirasi tersebut dan mengedepankan penyelesaian secara bersama agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Dialog yang berlangsung antara pemerintah daerah, keluarga korban dan unsur keamanan akhirnya menghasilkan kesepakatan. Setelah proses komunikasi dan penyelesaian dilakukan, keluarga korban bersedia membuka kembali palang Jalan Tisay Bintuni.
Pembukaan palang tersebut menjadi titik penting dalam penyelesaian persoalan buntut kecelakaan lalu lintas sekaligus mengembalikan akses masyarakat yang sebelumnya terhambat.
Setelah jalan dibuka, personel Polres Teluk Bintuni menggunakan kendaraan taktis Water Canon untuk melakukan pemadaman sisa api serta membantu membersihkan material yang digunakan untuk menutup badan jalan.
Dengan dibersihkannya material pemalangan, arus lalu lintas di Jalan Tisay Bintuni kembali dapat dilalui masyarakat.
Kehadiran langsung Bupati Yohanis Manibuy bersama jajaran Forkopimda menunjukkan langkah pemerintah daerah dalam menangani persoalan di lapangan melalui komunikasi dan musyawarah, sehingga buntut kecelakaan lalu lintas tersebut dapat diselesaikan dan akses jalan kembali normal. (*)
Penulis : Marthina Marisan