
Manokwari, TopbNews.com – Perhelatan Kolaboratif Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026 pada Kamis, (24/9) di Atrium Manokwari City Mall resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen Kocu.
Perhelatan Kolaboratif ini merupakan sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Kantor OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua, serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Papua Barat.
Mengusung tema “Pemanfaatan Data dalam Mengoptimalkan Potensi Daerah dan Pangan Lokal untuk Mendorong Pembangunan Ekonomi serta Pengendalian Inflasi Papua Barat”, rangkaian acara puncak yang berlangsung pada 24-26 September 2026 ini memadukan penguatan literasi statistik dan apresiasi dunia usaha dengan aksi nyata penguatan ketahanan pangan berbasis komoditas lokal.
Kegiatan ini dirancang sebagai wadah strategis lintas sektor guna mengintegrasikan perumusan kebijakan berbasis data dengan intervensi stabilisasi pasokan pangan di Tanah Papua.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian, menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan dan stabilitas harga memerlukan fondasi data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan tepercaya. Sinergi antara penyedia data, pengambil kebijakan, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam membaca dinamika pasar sekaligus merespons potensi risiko inflasi secara dini.
“Tantangan ketahanan pangan dan inflasi di wilayah Papua Barat sangat dipengaruhi oleh faktor geografis dan rantai distribusi logistik. Melalui momentum Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026, kita menyatukan dua kekuatan utama: keandalan data statistik sebagai kompas pengambilan keputusan, serta potensi komoditas pangan lokal seperti sagu, umbi-umbian, dan hasil hortikultura sebagai penopang kemandirian pangan daerah”, ujarnya.
Menurutnya, pengendalian inflasi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika kebijakan yang ditempuh berpijak pada data yang presisi dan didukung oleh hilirisasi pangan lokal yang kuat.
Arif menjelaskan, Pesta Sinoli (Pekan Data dan Statistik: Sinergi Pengendalian Inflasi dan Akselerasi Industri) diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 bersama BPS Papua Barat sebagai sarana penguatan literasi data perekonomian daerah, disinergikan secara terpadu dengan gelaran Regional Event (RE): Torang Locavore 2026 guna mengakselerasi target Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) berbasis kerangka 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.
Selama tiga hari pelaksanaan di Manokwari City Mall, kolaborasi ini menyajikan serangkaian agenda komprehensif, mulai dari apresiasi bagi responden survei dan kontak liaison terbaik, talkshow pemanfaatan data ekonomi bersama BPS, DJPb, dan HIPMI, talkshow ketahanan pangan lokal, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga showcase produk hilirisasi pangan dan UMKM binaan. Edukasi publik turut diperkuat melalui penyediaan booth layanan publik untuk meningkatkan sinergi dengan pelayan masyarakat, Booth Literasi Inflasi, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, akseptasi QRIS, dan pelindungan konsumen.
Rangkaian acara turut disemarakkan oleh kompetisi pelajar SMA/SMK (Lomba Cerdas Cermat Inflasi ESENSI, Ide Bisnis Pangan Lokal, Konten Belanja Bijak, dan Ranking 1), turnamen catur antar-instansi dan OPD (Clash of Sinoli), hingga aksi jalan santai Sinoli Fun Walk yang dipadukan dengan pembagian bibit cabai pekarangan.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marthen Kocu menyampaikan, tema yang diusung sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
“Data dan statistik yang akurat merupakan fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, terutama untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Marthen.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi data di kalangan pelaku UMKM sekaligus mendorong pengelolaan pangan lokal secara berkelanjutan.
Optimalisasi pangan lokal dinilai dapat memperkuat produksi daerah sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Gubernur mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, akademisi, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas inflasi dan mempercepat pengembangan industri lokal.
“Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi daerah dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujarnya.
Melalui integrasi Pesta Sinoli dan Torang Locavore 2026, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan perekonomian Papua Barat yang tangguh, mandiri, dan berdaya tahan.
Penulis : Tesan