49 Siswa dan Ruang Terbatas, TK Negeri Sisar Matiti Dorong Naik Kelas Lewat Akreditasi

Bintuni, TopbNews.com – Kepala TK Negeri Sisar Matiti Bintuni Blandina Esther Arsai memastikan persiapan akreditasi sekolah telah dilakukan sejak Agustus 2026. Upaya itu berlanjut dengan visitasi tim asesor BAN-PDM Papua Barat, Selasa (15/9/2026).

Blandina yang juga Ketua Himpaudi Teluk Bintuni menyebut persiapan dilakukan lewat Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena) dengan mengacu pada delapan standar akreditasi.

“Persiapannya sudah dari Agustus. Pengisian melalui Sispena, delapan standar itu kami sudah penuhi semua sehingga mencapai 100 persen,” ujar Blandina.

Kepala Sekolah TK Sisar Matiti Bintuni, Blandina Esther Arsai (foto: MM/TopbNews.com )

Visitasi dilakukan dua asesor BAN-PDM Papua Barat, Syahira, dan Siti Muslimah, Mereka mengamati langsung aktivitas sekolah, mulai kedatangan peserta didik hingga proses pembelajaran berakhir.

TK Negeri Sisar Matiti menjadi salah satu satuan pendidikan di Teluk Bintuni yang masuk tahap akreditasi. Meski baru berjalan satu tahun, sekolah ini masuk daftar akreditasi tahap kedua bersama sekolah di Merdey dan Manimeri.

“Walaupun baru berjalan satu tahun, tetapi sudah masuk daftar akreditasi. Ini kebanggaan bagi kami,” kata Blandina.

Di tengah proses akreditasi, sekolah menghadapi keterbatasan sarana. Jumlah peserta didik meningkat dari 20 siswa pada 2025 menjadi 49 siswa pada 2026.

Puluhan siswa dibagi tiga rombel meliputi TK B1 Kelas Cendrawasih 17 anak, TK B2 Kelas Kasuari 16 anak, dan TK A Kelas Mangrove 16 anak. Namun dua rombel masih harus bergabung karena keterbatasan ruang.

“Harapan saya ada penambahan ruang. Tahun ini saja siswanya sudah membludak. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi,” ungkap Blandina.

Selain ruang kelas, ia berharap ada ruang kantor. Saat ini administrasi masih bergabung dengan ruang belajar.

“Yang kami prioritaskan ruang kantor dengan ruang kelas. Selama ini kantor masih gabung dengan kelas,” jelasnya.

Asesor BAN-PDM, Syahira, menegaskan visitasi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi melihat potret pelayanan pendidikan.

Tim Asesor BAN- PDM Papua Barat, Syahira saat memberikan keterangan kepada TopbNews. Com di Bintuni (Foto: MM/TopbNews.com)

“Kami datang bukan mencari kesalahan atau kekurangan, tetapi melihat bagaimana pelayanan pendidikan di sekolah,” jelasnya.

Asesor tidak menetapkan nilai akreditasi. Tugas asesor melakukan verifikasi, observasi, wawancara, dan menyusun laporan yang nantinya divalidasi asesor lain sebelum ditetapkan pusat.

Untuk PAUD, visitasi dimaksimalkan satu hari mulai 07.00 hingga 16.00 WIT.

Secara umum, Syahira menilai pembelajaran di TK Negeri Sisar Matiti sudah baik. Anak-anak mendapat stimulus tumbuh kembang dan Alat Permainan Edukatif (APE) tersedia.

“APE-nya sudah berbagai. Fasilitas dan sarana prasarana secara keseluruhan sudah bagus,” kata Syahira.

Bagi Blandina, visitasi menjadi momentum melihat kekuatan dan kebutuhan sekolah ke depan, terutama ruang kelas dan kantor seiring meningkatnya jumlah siswa. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!