
Manokwari, TopbNews – Salah satu agenda dalam Musyawarah Rakyat (Musra) XVI Projo Se-Tanah Papua di Manokwari, Papua Barat, mencari sosok pemimpin masa depan yang menjadi suara masyarakat di Tanah Papua. Metode yang dipakai adalah voting atau pengumpulan suara dan pendapat melalui aplikasi. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui barcode yang dibagikan kepada peserta musyawarah dan masyarakat di Tanah Papua.
Ketua DPD Projo Papua Barat, Charles Imbir menjelaskan, dalam musyawarah akan digelar diskusi tentang situasi nasional maupun Papua. Juga dibahas tentang program rakyat dan kebutuhan apa saja yang harus disiapkan pemimpin masa depan. Termasuk figur yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Hasil rangkuman diskusi itu, kata Charles, bisa akses dalam barcode vote .
“Barcode itu hanya menandai mereka yang berada di Tanah Papua. Jadi begitu keluar Papua maka tidak bisa diakses. Orang di Maluku tidak bisa vote. Sejumlah persoalan sudah bisa baca. Bahkan calon Presiden 2024,” jelasnya sembari berharap dari jajak pendapat, akan muncul nama tokoh dari Papua.
“Siapa saja bisa dicalonkan bahkan kita juga menginginkan kalau ada tokoh lokal dimunculkan. Sehingga menjadi informasi kepada teman-teman di Nasional bahwa tersedia stok-stok pemimpin masa depan dari Tanah Papua,” tegasnya.
Selain di Tanah Papua, pengumpulan suara juga telah dilakukan sebelumnya di beberapa daerah di Indonesia. Beragam nama tokoh sebagai pemimpin masa depan pun muncul. “Tiap daerah beda-beda. Di Jogja ada Mahfud MD dan Prabowo. Jateng ada Ganjar. Jabar ada Ganjar dan Anis. Terakhir Musra ke XIX Kendari, Airlangga paling tinggi. Kalau di NTT dan Makasar ada tokoh lokal,” ungkapnya seraya mengatakan hasil pengumpulan suara nantinya akan diumumkan. (*)
Penulis : Tesan