Bupati Yohanis Manibuy Resmi Tutup Pesparani, Teluk Bintuni Dipuji Sukses Jadi Tuan Rumah

Bintuni, TopbNews.com – Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, secara resmi menutup Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026, Jumat (10/7/2026) malam. Penutupan ditandai penabuhan tifa sebagai simbol berakhirnya pesta iman selama empat hari.

Dalam sambutan, Bupati menyampaikan rasa syukur karena Teluk Bintuni mampu menjadi tuan rumah yang menghadirkan suasana persaudaraan, pelayanan, dan toleransi bagi kontingen dari 6 kabupaten di Papua Barat.

“Empat hari ini Teluk Bintuni menjadi rumah bersama. Kita tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga melihat bagaimana iman, kasih, dan persaudaraan mampu menyatukan masyarakat Papua Barat dalam satu harmoni,” ujarnya.

Menurutnya, Pesparani mengajarkan keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan membangun Papua Barat yang damai dan maju. Ia mengibaratkan paduan suara yang hanya harmonis jika setiap penyanyi saling mendengar dan melengkapi.

Bupati mengajak seluruh peserta membawa pulang nilai toleransi, gotong royong, kerendahan hati, dan kasih ke daerah masing-masing.


Ia juga mengapresiasi peserta yang berprestasi agar terus mengembangkan talenta untuk Pesparani tingkat nasional. Bagi yang belum juara, Yohanis berpesan agar tidak berkecil hati.

“Tidak ada yang kalah ketika seseorang memuji Tuhan dengan hati yang tulus,” katanya.

Bupati menyampaikan penghargaan kepada Pemprov Papua Barat, LP3KD Papua Barat, para pastor, dewan juri, TNI-Polri, tenaga kesehatan, relawan, sponsor, dan masyarakat Teluk Bintuni.

Apresiasi khusus diberikan kepada Wakil Bupati Joko Lingara selaku Ketua Panitia dan Ketua Kontingen Teluk Bintuni Nurdiana Lingara atas kerja keras selama penyelenggaraan.

“Keberhasilan Teluk Bintuni menjadi tuan rumah adalah bukti nyata toleransi dapat diwujudkan melalui kerja sama dan pengabdian seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan, Bupati membacakan pantun yang disambut tepuk tangan peserta:
“Burung cenderawasih terbang ke kiri,
Singgah sejenak di daun keladi.
Meski langkah kembali sendiri-sendiri,
Namun doa dan persaudaraan tetap satu di hati”.

Yohanis kemudian menabuh tifa sebagai tanda resmi ditutupnya Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara bersyukur amanah dapat dituntaskan dengan baik.
“Saya hanya menjalankan amanah. Perintah itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Kalau ada yang baik di Teluk Bintuni silakan dibawa. Kalau ada yang kurang, tinggalkan dan jadikan pelajaran agar tuan rumah berikutnya bisa lebih baik,” ujarnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!