
Bintuni, TopbNews.com – Dinas Kesehatan Dinkes Kabupaten Teluk Bintuni memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit melalui sistem layanan kesehatan terintegrasi mulai kampung, distrik, puskesmas, hingga rumah sakit. Komitmen itu mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi, Sosialisasi dan Evaluasi Pencegahan Pengendalian Penyakit 2026, 17–18 Juni 2026 di Kota Bintuni.
Pertemuan diikuti perwakilan OPD, tenaga kesehatan, kepala puskesmas, pengelola program, dan pemangku kepentingan. Forum ini sekaligus mengevaluasi program berjalan dan menyampaikan materi strategis pengendalian penyakit tidak menular, khususnya kanker yang jadi prioritas pemerintah.
Materi menekankan pentingnya deteksi dini kanker, penguatan sistem rujukan pasien, edukasi kesehatan ke masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor agar layanan menjangkau seluruh wilayah Teluk Bintuni. Pengendalian kanker disebut bukan hanya tugas sektor kesehatan, tapi butuh keterlibatan semua elemen pemerintah dan masyarakat.
Sejumlah OPD diberi peran strategis meliputi :
- Dinas P3AKB: integrasikan skrining kanker lewat Posyandu dan Posbindu.
- Dinas Pendidikan: dukung edukasi kesehatan reproduksi dan vaksinasi HPV di sekolah.
- Dinas Sosial: dampingi keluarga pasien kanker agar dapat akses pembiayaan lewat JKN-PBI.
- Bappelitbangda: integrasikan program pengendalian kanker ke RKPD dan Renja.
RSUD Teluk Bintuni memaparkan dukungan layanan penanganan kanker. RSUD menyediakan gawat darurat, rawat inap pasien dugaan kanker, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan penunjang, hingga sistem rujukan ke rumah sakit onkologi lanjutan.
Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Pangemanan menegaskan RSUD siap jadi simpul rujukan temuan dini kasus kanker dari puskesmas dan faskes di seluruh distrik. Sejak 2025, RSUD sudah buka layanan kemoterapi dan melayani minimal 19 pasien kanker.

Sebagai tindak lanjut, peserta sepakat lima langkah: pemetaan sasaran skrining per distrik, integrasi jadwal skrining dengan kegiatan masyarakat, edukasi masif lewat kader dan sekolah, penguatan sistem rujukan, serta monitoring dan evaluasi berkala melalui forum lintas sektor.
Pemkab Teluk Bintuni berharap sinergi kampung hingga RSUD membuat pencegahan dan pengendalian kanker lebih efektif. “Kanker bisa dicegah dan peluang sembuh lebih besar jika terdeteksi awal. Dengan kolaborasi seluruh pihak, Teluk Bintuni wujudkan masyarakat lebih sehat dan berkualitas,” ujar Dinkes. (*)
Penulis : Marthina Marisan