
Manokwari, TopbNews.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Manokwari berencana melakukan penataan Pasar Borobudur sebagai upaya menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Kepala Dinas Perindagkop Manokwari, Timotius Wanggai, mengatakan bahwa dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026 telah dialokasikan kegiatan pemasangan paving block di area pasar yang berada di samping Kantor Padarni tersebut.
Menurutnya, penataan tersebut bertujuan mengakomodasi para pedagang, termasuk mama-mama Papua, agar dapat berjualan di dalam area pasar dan tidak lagi menggunakan bahu jalan maupun trotoar.
“Dalam DPA kami memang ada kegiatan pemasangan paving block di Pasar Borobudur. Tujuannya agar pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang jalan dapat diarahkan masuk ke dalam area pasar yang telah disediakan”, ujar Timotius dalam wawancara, Kamis (11/6).
Ia menjelaskan, setelah pemasangan paving block, pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan pagar sebagai bagian dari penataan kawasan pasar.
Namun, pihaknya masih perlu melakukan koordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Timotius menegaskan, keberadaan pedagang di atas trotoar dan bahu jalan selama ini dinilai mengganggu fungsi fasilitas publik serta aktivitas lalu lintas.
Karena itu, pemerintah berupaya menata kembali kawasan tersebut agar trotoar dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh pejalan kaki.
“Di dalam pasar sebenarnya masih tersedia beberapa lokasi untuk berjualan. Jika nantinya kapasitas sudah penuh, akan diatur lebih lanjut, tetapi yang penting pedagang tidak lagi menempati bahu jalan maupun trotoar”, katanya.
Selain Pasar Borobudur, Dinas Perindagkop juga menyiapkan program penataan pasar lainnya pada tahun ini, termasuk yang berkaitan dengan Pasar Andai.
Namun, Timotius mengaku masih akan mempelajari lebih lanjut detail kegiatan tersebut karena dirinya belum lama menjabat sebagai Kepala Dinas.
Sementara itu, rencana pembangunan Pasar Sentral Wosi untuk sementara waktu ditunda.
Anggaran yang semula direncanakan untuk kegiatan tersebut dialihkan guna mendukung program Sekolah Rakyat.
“Pasar Sentral Wosi sementara dialihkan karena dokumen AMDAL-nya belum siap. Oleh sebab itu, program tersebut belum dapat dilaksanakan dan anggarannya dialihkan untuk kebutuhan Sekolah Rakyat”, jelasnya.
Pemerintah berharap berbagai program penataan pasar yang dijalankan dapat menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Manokwari. (*)
Penulis : Rian Lahindah