
Bintuni, TopbNews.com – Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni periode 2026–2029 berlangsung penuh semangat dan sarat pesan moral tentang pentingnya peran pers dalam menjaga demokrasi, melawan hoaks serta mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja I dan Orientasi Keanggotaan tersebut menjadi momentum konsolidasi insan pers di Teluk Bintuni untuk memperkuat profesionalisme dan solidaritas organisasi di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks.
Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, dalam sambutannya menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
Menurutnya, wartawan bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai media pendidikan, kontrol sosial dan jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.
“Pers hari ini menghadapi tantangan besar. Arus informasi begitu cepat, tetapi sering kali tidak dibarengi dengan verifikasi yang baik sehingga hoaks dan manipulasi informasi menjadi ancaman nyata bagi kehidupan demokrasi”, ujar Yohanis Manibuy, Selasa (19/5).

Ia menekankan, PWI harus hadir sebagai organisasi yang mampu menjaga marwah profesi wartawan melalui penguatan etika jurnalistik, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Bupati juga mengapresiasi semangat para insan pers di Teluk Bintuni yang terus bertahan dan berkembang di tengah dinamika media digital saat ini.
Dalam sambutannya, Bupati urut menyinggung perjalanan Ketua PWI Teluk Bintuni yang dinilai menjadi contoh nyata perjuangan seorang wartawan dari bawah hingga dipercaya memimpin organisasi profesi.
“Semangat dan motivasi itu penting. Dari awal berjuang, menulis berita hingga memiliki media sendiri, akhirnya hari ini bisa dipercaya menjadi Ketua PWI. Ini menjadi inspirasi bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil”, katanya.
Ia berharap kepengurusan PWI Teluk Bintuni periode 2026–2029 mampu menjalankan roda organisasi secara profesional dengan menyusun program kerja yang realistis, terukur dan berdampak bagi peningkatan kualitas pers lokal.
Selain itu, orientasi keanggotaan yang dilaksanakan juga dinilai penting untuk memperkuat pemahaman anggota terhadap kode etik jurnalistik, disiplin organisasi dan tanggung jawab moral insan pers.
“Momentum pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas informasi dan mencerdaskan masyarakat”, tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, lanjut Bupati, berkomitmen mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta membangun hubungan kemitraan yang sehat dengan media.
Ia juga mengajak seluruh insan pers menjaga persatuan dan kondusivitas daerah, terutama di tengah berbagai agenda pembangunan strategis yang sedang berjalan di Teluk Bintuni.
“Jangan beri ruang bagi hoaks dan informasi menyesatkan. Pers harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah dan membangun kepercayaan publik”, pungkasnya.
Penulis : Marthina Marisan