
Sorong, TopbNews.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menegaskan komitmen partainya untuk menyalurkan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikannya usai menerima langsung berbagai masukan dan keluhan dari tokoh masyarakat adat dalam kunjungan dialog bersama LMA Manusau Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (5/5/2026).
“Tugas kami dari partai adalah menyalurkan aspirasi masyarakat di seluruh Indonesia. Hari ini kami mendengar langsung segala keluhan dan aspirasi dari bapak ketua, dan insyaallah akan segera kami tindak lanjuti”, ujar Kaesang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Manusau Kabupaten Maybrat, Alfons Kambu, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Umum PSI tersebut yang dinilai sebagai langkah positif karena hadir langsung mendengar suara masyarakat adat.
Menurut Alfons, selama ini banyak persoalan mendasar di wilayah Papua Barat Daya, khususnya daerah-daerah terpencil, yang belum tertangani optimal akibat keterbatasan konektivitas pembangunan dan kemampuan anggaran daerah.

“Kami bangga atas kedatangan beliau untuk melihat kami selaku tokoh adat dan mendengar langsung suara rakyat. Banyak persoalan keterisolasian dan kesenjangan di Tanah Papua, mulai dari pendidikan anak usia dini di daerah terjauh hingga keterbatasan pembangunan karena APBD yang terbatas”, katanya.
Ia berharap aspirasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar kebutuhan masyarakat Papua lebih mendapat perhatian konkret dalam kebijakan pembangunan nasional.
Selain isu pembangunan dasar, Alfons juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua (OAP), yang menurutnya hingga kini belum dikelola dan dibina secara maksimal meski dana otonomi khusus telah digelontorkan selama bertahun-tahun.
“Kami merindukan adanya wadah yang benar-benar mendorong ekonomi masyarakat asli Papua. Dana Otsus sudah berjalan sekian tahun, tetapi masyarakat adat belum merasakan pembinaan ekonomi yang maksimal”, tegasnya.
Lebih lanjut, Alfons berharap kehadiran Kaesang dapat menjadi jembatan antara masyarakat adat Papua dengan pemerintah pusat, khususnya untuk mempertemukan langsung masyarakat adat dengan kementerian terkait guna membahas kebutuhan riil di lapangan.
Ia juga menilai kunjungan tersebut harus dipandang secara positif oleh publik sebagai bentuk keterbukaan pemimpin nasional dalam mendengar aspirasi masyarakat akar rumput, termasuk terkait berbagai keluhan terhadap program strategis nasional (PSN) maupun investasi di wilayah Papua.
“Saya mengajak semua pihak melihat kunjungan ini secara positif. Beliau datang untuk mendengar langsung masyarakat dan mencari apa yang bisa dikerjakan bersama. Kami berharap ada fasilitasi pertemuan dengan kementerian-kementerian terkait agar persoalan daerah bisa diperjuangkan bersama”, pungkas Alfons. (*)