
BINTUNI, TopbNews.com – Kampung Imbenti mulai tancap gas menuju desa wisata. Dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat menjadi pemicu kebangkitan potensi lokal, setelah dua kali kunjungan dan pelaksanaan program pengembangan masyarakat.
Founder Asar Papua, Krif Indou, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi.
Ia menyebut, kegiatan pertama yang digelar pada Januari lalu berfokus pada penguatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), sebagai fondasi pengelolaan potensi kampung.
“Puji syukur kami sudah dua kali dikunjungi dan dibina. Kegiatan pertama tentang penguatan Pokdarwis, dan kegiatan kedua yang dilaksanakan pada 13 April berfokus pada pembentukan pengurus sanggar seni,” tutur Krif kepada TopbNews. Com, Selasa (14/05/2036).
Program lanjutan ini tidak sekadar kegiatan seremonial. Warga akan didorong memahami dan mengembangkan nilai-nilai seni dan budaya lokal, mulai dari seni ukir, seni lukis, hingga pembangunan rumah khas Papua seperti rumah kaki seribu.
Menurut Krif, langkah ini menjadi pintu masuk untuk menggali minat dan bakat masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya kampung.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa seni dan budaya bukan hanya warisan, tapi juga potensi ekonomi. Ini bisa jadi sumber penghasilan jika dikelola dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesiapan Kampung Imbenti untuk menjadi desa wisata bukan sekadar wacana.
Warga optimistis mampu bersaing dengan kampung lain seperti Kampung Kwaw yang telah lebih dulu dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.
Selain aspek budaya, penguatan kapasitas masyarakat juga diarahkan pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Warga diajarkan bagaimana menjaga alam sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber ekonomi, tanpa merusak keseimbangan lingkungan.
“Ini bukan hanya soal wisata, tapi bagaimana masyarakat belajar menghargai budaya, menjaga alam, dan memanfaatkan potensi yang ada untuk kehidupan jangka panjang,” jelas Krif.
Ia pun berharap pendampingan dari Dinas Pariwisata tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci agar masyarakat benar-benar siap mengelola potensi wisata secara mandiri.
“Kami berharap Dinas Pariwisata terus mendampingi. Kegiatan ini harus berkelanjutan agar kapasitas masyarakat terus meningkat,” harapnya.
Dengan dorongan tersebut, Kampung Imbenti kini menatap masa depan sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam bukan hanya untuk dikenal, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Ia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak agar juga dapat memberikan dukungan penuh kepada Masyarakat di Kampung imbenti di bidang Pariwisata.
Penulis : Marthina Marisan