
Teluk Bintuni, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali membantu warga terdampak konflik dengan menyalurkan bantuan cadangan pangan kepada masyarakat pengungsi dari Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh.
Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di ruko Jalan Raya Bintuni, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, dan dihadiri Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara.
Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kepada warga pengungsian dan menegaskan kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti konflik yang memaksa warga mengungsi.
“Pemerintah harus hadir dengan respons cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Bantuan ini harus disalurkan secara tepat sasaran dan transparan, sehingga benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan,” tegas Joko Lingara dalam sambutannya.
Dirinya menyampaikan permohonan maaf ketidakhadiran Bupati yang tengah menjalankan tugas di Jakarta, namun memastikan perhatian pemerintah daerah terhadap warga terdampak tetap menjadi prioritas utama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Teluk Bintuni, Godlife R.L. Idorway, menjelaskan bantuan yang disalurkan merupakan sisa cadangan beras tahun anggaran 2025 yang dialokasikan khusus membantu warga pengungsian di dua distrik tersebut.

“Dalam DPA sebenarnya dua distrik ini tidak termasuk penerima. Namun karena masih ada sisa stok beras, kami mengambil kebijakan untuk menyalurkannya kepada warga pengungsian yang masih membutuhkan,” ujarnya.
Total bantuan yang disalurkan mencapai 5.820 kilogram atau setara 582 karung beras, dengan masing-masing kepala keluarga menerima 10 kilogram.
Penyaluran ini didasarkan pada kondisi warga yang masih bertahan di pengungsian akibat konflik yang terjadi sebelumnya.
Untuk mekanisme distribusi, Dinas Ketahanan Pangan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah distrik.
Namun, setiap penerima diwajibkan melengkapi dokumen administrasi berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui kepala kampung, mengingat bantuan tersebut bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025.
Kepala Distrik Moskona Utara, Daniel Orocomna, menyampaikan apresiasi atas perhatian berkelanjutan dari pemerintah daerah.
“Kami sangat bersyukur. Sudah enam bulan warga kami mengungsi di Kota Bintuni, dan selama itu pemerintah terus hadir membantu melalui berbagai instansi, seperti Dinas Sosial, Kesbangpol, dan lainnya,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sembari menunggu situasi keamanan di wilayah Moskona kembali kondusif.
Selain wilayah Moskona, sepanjang tahun 2025 Dinas Ketahanan Pangan juga telah menyalurkan bantuan beras ke sejumlah distrik lain, di antaranya Distrik Kamundan sebanyak 337 karung, Distrik Taroy 220 karung, Distrik Weriagar 457 karung, serta Distrik Aranday 445 karung.
Penyaluran menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah, dengan Wakil Bupati sebagai garda depan memastikan bantuan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Penulis : Marthina Marisan