
Manokwari, TopbNews.com – Munculnya nama Prof. Roberth Hammar, dalam bursa bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa.
Dukungan tersebut salah satunya datang dari Wakil Presiden Mahasiswa, Bonefasius Ngamelubun, yang menilai sosok Roberth Hammar sebagai figur tepat untuk memimpin organisasi olahraga tertinggi di Papua Barat.
Bonefasius menyebut pencalonan Roberth Hammar bukan hal yang mengejutkan, mengingat rekam jejaknya yang panjang dalam memimpin berbagai organisasi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membawa perubahan bagi dunia olahraga di Papua Barat.
“Bagi kami mahasiswa, Prof. Roberth adalah figur yang sudah terbukti. Beliau bukan hanya akademisi, tetapi juga praktisi yang memahami dinamika organisasi dari berbagai sisi”, ujar Bonefasius.
Ia juga menyoroti kapasitas kepemimpinan Roberth Hammar yang telah teruji saat menjabat sebagai Rektor.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai prestasi berhasil diraih oleh sivitas akademika, baik di bidang akademik, seni budaya, maupun olahraga.
“Selama beliau menjabat sebagai Rektor, kami menyaksikan sendiri bagaimana prestasi mahasiswa meningkat di berbagai bidang. Itu bukan kebetulan, tetapi hasil dari kepemimpinan yang serius dan penuh perhatian”, tambahnya.
Lebih lanjut, Bonefasius menilai kepedulian Roberth Hammar terhadap pengembangan olahraga mahasiswa terbukti nyata, salah satunya melalui dukungan terhadap partisipasi mahasiswa dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Kalimantan Selatan pada tahun 2023.
Saat itu, kontingen yang diberangkatkan merupakan gabungan mahasiswa dari Universitas Papua dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Caritas Papua.
“Beliau tidak hanya berbicara soal olahraga, tetapi benar-benar mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk berkompetisi di tingkat nasional. Itu yang membedakan beliau dari pemimpin lainnya*, tegasnya.
Dukungan terhadap pencalonan Roberth Hammar juga datang dari mahasiswa Universitas Caritas Indonesia.
Mereka menilai Roberth sebagai pemimpin yang tidak hanya dikenal di dunia akademik, tetapi juga memiliki kepedulian nyata terhadap pengembangan olahraga dan potensi generasi muda Papua Barat.
Mahasiswa berharap ke depan KONI Papua Barat dipimpin oleh sosok yang memiliki visi pembinaan olahraga berbasis sistem jangka panjang, bukan sekadar mengejar prestasi sesaat.
“Kami berharap KONI Papua Barat ke depan dipimpin oleh pemimpin yang berani melakukan reformasi dan transformasi nyata. Prof. Roberth kami nilai memiliki kapasitas tersebut”, ujar Bonefasius.
Ia menambahkan bahwa dunia olahraga Papua Barat membutuhkan pemimpin yang mampu menjembatani potensi atlet muda dengan sistem pembinaan yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
“Potensi putra-putri Papua Barat sangat besar. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang serius membangun ekosistem olahraga, bukan hanya tampil saat panen medali”, pungkasnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah