Pokja Adat MRP PBD Kunker ke Raja Ampat

Waisai, TopbNews.com – Kelompok Kerja atau Pokja Adat Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP PBD) melaksanakan Kunjungan Kerja (kunker) ke kampung Selpele di distrik Waigeo Barat dan kampung Arbonek, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat.

Kunjungan ini dalam rangka Monitoring Pelestarian Penyelenggaraan Kehidupan Adat dan Budaya Asli Papua di Kabupaten Raja Ampat, Jumat (20/3).

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, Ketua MRP PBD, Ketua Tim beserta rombongan tiba di Kampung Selpele, yang menjadi kampung pertama kunjungan tersebut. Kegiatan dipusatkan di SD YPK Lahairoi.

Mengawali kegiatan, Ketua MRP Papua Barat Daya, Alfons Kambu menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat dari masyarakat setempat.

“Terimakasih karena telah menyambut kami dengan musik dan lagu yang sangat indah”, kata Alfons.

Alfons menjelaskan, kunjungan kerja Pokja Adat untuk mendengarkan secara langsung permasalahan yang terjadi di kampung serta menerima saran dan masukan yang akan disampaikan masyarakat.

“Kami 11 anggota Pokja Adat MRP Papua Barat Daya datang untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat baik dari pemerintahan kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh perempuan. Kami menerima aspirasi masyarakat untuk kami teruskan kepada pemerintah provinsi”, kata Alfons Kambu.

Alfons meminta masyarakat dapat lebih terbuka dalam menyampaikan aspirasi sehingga diskusi dapat berjalan lebih lancar.

Perwakilan pemerintahan distrik menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kepala Distrik. Namun mengharapkan peran aktif masyarakat dalam pertemuan tersebut.

“Kepala distrik, menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir sehingga kami mewakili. Kami sangat menyambut baik kunjungan ini, karena itu di pertemuan ini kami harapkan kepada masyarakat bahwa apa yang kita ingin wujudkan dalam kampung ini bisa kita sampaikan sehingga menjadi catatan bagi MRP”, katanya.

Lanjutnya, MRP Papua Barat Daya akan mendorong aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah.

“Jadi harapan kami pertemuan ini sangat baik. Karena itu mari kita berdiskusi secara baik”, tambahnya.

Selain Raja Ampat yang menjadi lokasi kunker, Kabupaten Sorong juga telah turun anggota MRP PBD dari Pokja Perempuan dan Kabupaten Tambrauw oleh Pokja Agama. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!