Peduli Jemaat Pengungsi, Thobias Orocomna Sumbangkan 100 Kursi Ibadah di Moskona

Manokwari, TopbNews.com – Anggota MRP Pokja Agama Papua Barat sekaligus Ketua Majelis Daerah Klasis Moskona Utara, Pdt Thobias Orocomna, menunjukkan kepeduliannya terhadap jemaat pengungsi dengan menyerahkan bantuan 100 buah kursi ibadah kepada dua rumah doa di wilayah Moskona.

mostbet

Bantuan tersebut diberikan kepada Pondok Doa GPKAI Erikson Tritt di POM dan Rumah Doa GPKAI Miler, yang saat ini menjadi tempat ibadah sementara bagi masyarakat pengungsi.

Jemaat yang beribadah di lokasi tersebut merupakan gabungan dari beberapa jemaat, yakni Jemaat D. Miller Moyeba, Jemaat Sion Mesrey, Jemaat Diakonia Sumuy, serta Pos PI Yohan Merenefa.

Diketahui, para jemaat ini terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka akibat peristiwa penembakan yang terjadi di Moskona pada tahun lalu.

Hingga kini, mereka masih bertahan di kota dan belum dapat kembali ke kampung, sehingga harus membangun pondok doa darurat sebagai tempat beribadah.

Dalam keterangannya, Pdt Thobias Orocomna menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian serius terhadap kebutuhan rohani jemaat pengungsi.

“Saya memberikan perhatian serius untuk hal ini, sehingga saya memberikan bantuan ini. Saya berharap kursi ini dapat dipakai oleh jemaat untuk beribadah kepada Tuhan”, ujarnya kepada TopbNews.com melalui sambungan selular, Rabu (18/3).

Ia juga menambahkan bahwa meskipun para jemaat berada dalam keterbatasan, semangat mereka untuk tetap beribadah tidak pernah surut.

Oleh karena itu, kehadiran fasilitas yang layak seperti kursi ibadah menjadi kebutuhan penting untuk menunjang kenyamanan dalam beribadah.

Penyerahan bantuan kursi ini disambut dengan penuh syukur oleh jemaat. Selama ini, mereka hanya menggunakan fasilitas seadanya di gubuk darurat yang dibangun secara swadaya.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan jemaat pengungsi dapat beribadah dengan lebih nyaman sambil menantikan waktu yang tepat untuk kembali ke kampung halaman mereka.

Peristiwa ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama, sekaligus memperlihatkan bahwa di tengah situasi sulit, solidaritas dan iman tetap menjadi kekuatan utama bagi masyarakat. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!