PWKI Teluk Bintuni Bangkit dan Resmi Dilantik, Perempuan Kristen Siap Ambil Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Teluk Bintuni, TopbNews.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Wanita Kristen Indonesia (DPW PWKI) Provinsi Papua Barat, Febelina Wondiwoy resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Teluk Bintuni Periode 2026–2031 dalam sebuah acara penuh khidmat, Rabu (18/03/2026).

mostbet

Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga menandai kebangkitan DPC PWKI di Teluk Bintuni setelah sekian lama tidak aktif.

Momentum ini sekaligus menjadi titik awal penguatan peran perempuan Kristen dalam pembangunan daerah, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan keagamaan.

Ketua DPC PWKI Kabupaten Teluk Bintuni periode 2026–2031, Pdt. Rina Soway, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan tersebut.

“Atas nama ketua dan seluruh pengurus yang baru saja dilantik, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua DPW PWKI Provinsi Papua Barat atas dukungan dan pendampingannya. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sebagai mitra strategis yang terus mendorong peran perempuan dalam pembangunan”, ujarnya.

Ia menegaskan bahwa PWKI siap menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta berkomitmen membangun perempuan Kristen yang beriman, mandiri, dan berdaya saing.

“Ke depan, kami berharap terjalin kerja sama yang kuat antara PWKI dan pemerintah daerah, sehingga perempuan Kristen di Teluk Bintuni dapat berkontribusi nyata di berbagai aspek pembangunan”, tambahnya.

Lebih lanjut, Pdt. Rina juga menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda, organisasi perempuan, tokoh agama lintas denominasi, serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dan memberikan dukungan moral bagi kepengurusan yang baru.

Sementara itu, Ketua DPW PWKI Provinsi Papua Barat, Febelina Wondiwoy, dalam arahannya menegaskan bahwa PWKI merupakan organisasi perempuan Kristen yang memiliki akar sejarah panjang dalam perjuangan bangsa.

“PWKI didirikan pada 28 Februari 1946, hanya satu tahun setelah Indonesia merdeka. Tahun ini, PWKI telah berusia 80 tahun. Ini menunjukkan bahwa organisasi ini bukan baru tumbuh, tetapi sudah kuat dan berakar dalam pelayanan”, ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa PWKI hadir sebagai wadah persatuan perempuan Kristen lintas denominasi gereja yang memiliki komitmen untuk melayani, membina iman, serta memberdayakan perempuan dan keluarga.

Menurutnya, pelantikan di Teluk Bintuni menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali roda organisasi yang sempat vakum, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal.

“Pelayanan tidak boleh berhenti. Perbedaan pilihan boleh ada, tetapi pelayanan harus tetap berjalan. PWKI harus menjadi terang dan garam di tengah masyarakat”, tegasnya.

Febelina juga menekankan pentingnya kerja kolektif dalam organisasi. Ia mengingatkan agar pengurus tidak bekerja sendiri, melainkan membangun kolaborasi yang kuat, baik di internal organisasi maupun dengan pihak eksternal.

“Jangan bekerja sendiri. Bangun komunikasi dan kolaborasi dengan gereja, pemerintah, dan mitra lainnya. Dengan demikian, program-program PWKI dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata”, pesannya.

Ia turut memaparkan delapan bidang pelayanan PWKI, yakni kerohanian, organisasi, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sosial, lingkungan hidup, hukum dan politik, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Delapan bidang ini, lanjutnya, menjadi landasan dalam menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten III Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manobi, mewakili Bupati Teluk Bintuni, menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus PWKI tersebut.

Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat.

“Perempuan adalah tiang keluarga. Dari ketekunan, kesabaran, dan keuletan perempuan, lahir generasi yang kuat dan takut akan Tuhan. Oleh karena itu, keberadaan PWKI sangat penting dalam membina dan memberdayakan perempuan”, katanya.

Menurutnya, pelantikan ini harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.

“Pemerintah daerah berharap PWKI dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya perempuan, agar mampu berkontribusi aktif di berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, ekonomi, maupun pelayanan kemasyarakatan”, ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program-program PWKI yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni.

“Dengan semangat kebersamaan, pelayanan, dan aksi sosial, kami yakin PWKI dapat mengambil peran penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik”, tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan hati, melayani dengan kasih, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan.

“Jadikan organisasi ini sebagai wadah untuk bertumbuh dalam iman, memperluas pelayanan, serta memperkuat solidaritas antar sesama”, pesannya.

Pelantikan pengurus DPC PWKI Kabupaten Teluk Bintuni ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, organisasi perempuan, tokoh agama lintas denominasi, pimpinan OPD, serta berbagai elemen masyarakat.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, DPC PWKI Kabupaten Teluk Bintuni diharapkan mampu menjadi organisasi yang aktif, solid, dan berkontribusi nyata dalam membangun perempuan Kristen yang beriman, mandiri, dan berdaya guna, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!