
Yapen, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar ibadah syukur menandai satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2030 di Gedung Silas Papare, Jumat (20/2).
Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi ruang refleksi atas perjalanan pemerintahan sekaligus peneguhan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, menyampaikan bahwa sejak dilantik bersama Wakil Bupati pada 20 Februari 2025 oleh Prabowo Subianto di Istana Presiden, dirinya dihadapkan pada berbagai tantangan pemerintahan.
Ia menilai, ekspektasi masyarakat terhadap perbaikan pelayanan publik begitu besar, sementara kondisi fiskal daerah tidak sepenuhnya mendukung.
Pada awal masa kepemimpinan, pemerintah daerah harus menyesuaikan diri dengan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan dan layanan masyarakat.
Tekanan fiskal tersebut, menurutnya, semakin terasa ketika kebijakan pemerintah pusat pada 2025 memengaruhi struktur keuangan daerah.
Harapan agar kondisi membaik pada 2026 belum sepenuhnya terwujud. Peningkatan tekanan terhadap Transfer ke Daerah (TKD) disebut berdampak luas, tidak hanya bagi Kabupaten Kepulauan Yapen, tetapi juga hampir seluruh daerah di Indonesia. Berkurangnya alokasi TKD berimplikasi langsung pada pembiayaan organisasi perangkat daerah, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar.
Meski berada dalam keterbatasan, Bupati menegaskan bahwa dinamika tersebut harus dipahami sebagai bagian dari proses pemerintahan. Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk tetap bekerja profesional dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah tekanan fiskal, pemerintah daerah tetap mengalokasikan sekitar Rp50 miliar untuk pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPB) ASN. Kebijakan ini, kata dia, menjadi bentuk komitmen menjaga motivasi dan kinerja aparatur agar roda pelayanan publik tetap berjalan.
Benyamin Arisoy bersama Wakil Bupati, berkomitmen meletakkan fondasi tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan program, dengan prioritas pada sektor pelayanan dasar.
Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian khusus. Tenaga pendidik dan tenaga medis diminta menjalankan tugas secara optimal, terlebih TPB tidak mengalami pemangkasan meski kondisi fiskal sedang menantang. Pemerintah juga menegaskan penempatan guru maupun tenaga medis tidak lagi melalui nota dinas, melainkan berdasarkan keputusan resmi Bupati guna menjamin pemerataan layanan.
Ia menyoroti masih adanya guru yang tidak berada di tempat tugas dalam waktu lama tanpa penanganan tegas. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh terus dibiarkan karena berdampak langsung pada hak masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah menjadikan satu tahun kepemimpinan sebagai cermin evaluasi bersama. Berbagai kekurangan yang ada harus diakui dan dibenahi secara kolektif. Dengan soliditas dan semangat pelayanan, ia berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen tetap mampu menghadirkan pelayanan maksimal, sekalipun di tengah keterbatasan anggaran. (*/TOP Kontri 01)