
Manokwari, TopbNews.com – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Manokwari berlangsung meriah, Selasa (17/2/2026). Atraksi Barongsai dari Tim Barongsai Papua Barat sukses menyedot perhatian masyarakat yang memadati sejumlah titik pertunjukan.
Dengan gerakan lincah, iringan tabuhan tambur yang menggema, serta kostum warna-warni yang mencolok, penampilan Barongsai menghadirkan suasana penuh sukacita dalam perayaan hari raya Imlek tahun ini.
Ketua Tim Barongsai Papua Barat, Ahok, mengatakan kelompok yang dipimpinnya telah aktif tampil di Manokwari sejak sekitar sepuluh tahun terakhir.

“Anak-anak ini sudah saya latih dari sepuluh tahun lalu. Mereka memang senang dengan budaya ini dan setiap tahun selalu aktif tampil”, ujarnya kepada TopbNews.com.
Tahun ini, tim Barongsai tampil di berbagai lokasi, mulai dari sejumlah Hotel, Supermarket, hingga Fulica. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Barongsai semakin dicintai lintas kalangan di Papua Barat.
Menurut Ahok, pertunjukan Barongsai bukan hanya tontonan, melainkan bagian dari tradisi penuh makna dalam perayaan Imlek. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah saat Barongsai menerima dan “memakan” angpao yang dibungkus kertas merah.

“Maknanya kita mendoakan agar yang mengundang selalu sehat, bahagia, dan diberkati. Itu inti dari Barongsai saat Imlek”, jelasnya.
Dalam budaya Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Sementara gerakan Barongsai dipercaya membawa energi positif, mengusir hal-hal buruk, serta membuka jalan rezeki di tahun yang baru.
Imlek tahun ini memasuki Tahun Kuda Api, yang dalam filosofi Tionghoa melambangkan semangat, kerja keras, keberanian, dan jiwa besar. Ahok berharap nilai tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.
“Di tahun ini kita harus lebih semangat, bekerja keras, dan punya jiwa besar untuk maju”, katanya.
Tim Barongsai Papua Barat sendiri beranggotakan 25 orang, mayoritas anak-anak Papua.
Mereka berlatih rutin dengan disiplin tinggi. Kekompakan, kekuatan fisik, dan mental menjadi kunci utama sebelum tampil, terutama pada momen besar seperti Imlek.

Kehadiran Barongsai di Manokwari bukan hanya memperkaya warna budaya, tetapi juga menjadi simbol harmoni dan keberagaman.
Di tengah gemuruh tambur dan sorak penonton, terselip doa dan harapan agar tahun yang baru membawa keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi semua. (*)
Penulis : Marthina Marisan