
Manokwari, TopbNews.com – Lokasi usahanya di Wosi Dalam, Lembah Hijau Kabupaten Manokwari. Jika ditempuh dengan kendaraan hanya dalam hitungan menit, kita bakal bertemu Sunday Kopi Gula Aren yang terkenal dengan cita rasa varian terbaru kopi di Manokwari.
Tak heran jika usaha itu menjadi salah satu usaha kopi lokal yang terus bertahan di tengah persaingan ketat penjual kopi di Kota Manokwari.
Saat ditemui Rabu, (21/01/2026), penjaga lapak, Ira (34), menceritakan usaha ini buka setiap hari sejak pagi hingga sore. “Saya menjaga Sunday Kopi Gula Aren ini sudah lima bulan. Buka dari jam 08.00 sampai jam 18.00 WIT,” ujarnya.
Usaha ini hanya menawarkan satu varian rasa, yaitu kopi gula aren, dengan harga per gelas dan penjualan dalam sehari. “Sunday Kopi Gula Aren ini cuma satu varian rasa saja, yaitu kopi gula aren. Satu gelas dijual Rp12.000,” kata Ira. Dalam sehari, penjualan bisa mencapai 25 hingga 30 gelas, meski tidak selalu habis. “Dalam sehari bisa 25 sampai 30 gelas habis, tapi tiga puluh gelas belum tentu habis setiap hari,” tambahnya.
Ia menuturkan, pembeli datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pekerja, hingga anak-anak sekolah. “Pembelinya itu kebanyakan masyarakat umum, ada juga pekerja, dan anak-anak sekolah,” jelasnya.

Namun, Ira mengakui persaingan penjual kopi di Manokwari semakin ketat, terutama dengan keberadaan penjual kopi keliling. “Di Manokwari ini sudah banyak saingan penjual kopi, apalagi yang jual kopi keliling pakai motor listrik itu. Mereka punya banyak varian rasa, jadi banyak yang beli juga,” ungkapnya.
Selain persaingan, lokasi usaha yang menetap juga menjadi tantangan. “Karena kita pangkalan di sini, jadi tinggal tunggu orang lewat. Kalau ada yang mampir beli baru kita layani,” ujarnya.
Meski begitu, cita rasa manis dari gula aren menjadi daya tarik tersendiri. “Yang buat masyarakat tertarik itu karena rasanya manis. Biasa kalau orang beli, mereka suka suruh tambah gula arennya lagi,” kata Ira. Ia menambahkan bahwa kopi gula aren aman untuk anak-anak. “Kopi gula aren ini juga anak-anak bisa minum karena kopinya tidak terlalu strong,” jelasnya.
Kondisi cuaca turut mempengaruhi operasional usaha. “Kalau cuaca hujan itu kita libur,” ucapnya.
Saat ini, Sunday Kopi Gula Aren memiliki dua cabang di Manokwari, yaitu di Wosi Lembah Hijau dan di samping Gereja Efrata Wosi. Ira pun berharap usaha ini dapat berkembang lebih baik. “Ya, mudah-mudahan ke depannya baik, lancar, dan banyak yang beli,” tutupnya. (TOP-02)