
Jakarta, TopbNews.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) memperkuat peran kemanusiaannya melalui program pembebasan biaya angkut bantuan bencana menuju Belawan, Sumatera Utara, sejak tanggal 31 Desember 2025.
Total biaya angkut yang dibebaskan PELNI mencapai Rp 1,2 miliar untuk pengangkutan 44 TEUs kontainer serta 1.669 kg parsel RedPack melalui empat kloter pengangkutan menggunakan KM. Kelud dan KM. Nggapulu.
Pada kloter keempat Senin (29/12/2025) kemarin, KM. Kelud mengangkut sebanyak 1 TEUs kontainer dan 1.669 kg parsel RedPack barang bantuan. Pengiriman terakhir ini akan tiba di Pelabuhan Belawan pada Kamis (1/1/2026).
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda menyampaikan program bebas biaya pengiriman bantuan Sumatera ini merupakan wujud nyata komitmen PELNI mendukung penanggulangan bencana.
“Dengan total pembebasan biaya pengiriman mencapai Rp1,2 miliar, PELNI menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi dengan berbagai instansi, perusahaan dan relawan ini memastikan bantuan dapat disalurkan ke Sumatera,” ujar Ditto.
Ditto mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang telah mengirimkan bantuan dan menegaskan kesiapan PELNI untuk program serupa di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mempercayakan pengiriman barang bantuannya kepada PELNI. Kami memastikan pengangkutan bantuan kemanusiaan berjalan sesuai prosedur yang transparan dan tertib demi kelancaran distribusi logistik,” tambah Ditto.
Selain program pembebasan biaya pengiriman, PELNI mendapat penugasan dari Kementerian Perhubungan RI dengan mengirimkan KM Egon untuk perbantuan angkutan POLRI.

KM Egon mengangkut sebanyak 237 personel POLRI beserta 37 unit motor, 27 unit truk dan kendaraan kecil lainnya, sekaligus 8.518 ton logistik dan 43 koli obat-obatan. Seluruhnya diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (16/12/2025).
Sebelumnya PELNI Group telah menyalurkan bantuan logistik secara langsung ke daerah bencana di Sumatera Utara pada Selasa (2/12/2025) dan Sumatera Barat pada Rabu (3/12/2025) dengan total nilai bantuan mencapai Rp300 Juta.
Terkait kabar kontainer berisi barang bantuan yang dikirimkan dari Jawa Timur tertahan di gudang BPBD Sumatera Utara, Ditto menyampaikan miskomunikasi tersebut sudah diselesaikan dan barang bantuan sudah diterima pihak yang seharusnya.
“Yang terjadi di sana sebatas miskomunikasi yang sudah diselesaikan dengan baik atas dasar kemanusiaan. Kita sama sama peduli atas bencana yang terjadi dan ingin barang bantuan dapat cepat disalurkan. Permasalahan sudah diselesaikan, dan semua pihak bekerja sama dengan baik untuk membantu korban bencana,” tegas Ditto.
PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan 1.359 rute dan menyinggahi 74 pelabuhan.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP, dimana kapal perintis menyinggahi 230 pelabuhan dengan total 522 ruas.
PELNI juga mengoperasikan sebanyak 18 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini PELNI mengoperasikan 8 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. (rls)