Pelni Prediksi Lonjakan Penumpang Nataru di Manokwari 5 – 10 Persen

Manokwari, TopbNews.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Manokwari menyampaikan bahwa hingga saat inii peningkatan jumlah penumpang angkutan laut menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 belum dapat dipastikan secara rinci. Rekapitulasi jumlah penumpang baru akan dilakukan pada 31 Desember 2025, mengingat kapal terakhir yang melayani arus Nataru dari Manokwari dijadwalkan pada 30 Desember 2025, yakni KM Sinabung.

mostbet

Kepala Bagian Operasional dan Pelayanan PT Pelni Cabang Manokwari, Rais Akbar, menjelaskan bahwa pihaknya telah memprediksi adanya kenaikan jumlah penumpang sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan periode sebelumnya. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil rekapitulasi akhir.

“Untuk saat ini kita belum bisa melihat secara pasti peningkatan jumlah penumpang, karena rekap baru akan dilakukan tanggal 31, setelah kapal terakhir pada 30 Desember”, ujar Rais Akbar.

Terkait harga tiket, Rais menegaskan tidak ada kenaikan tarif selama periode Nataru. Harga tiket kapal Pelni tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan justru mendapatkan stimulus dari pemerintah berupa potongan harga sebesar 20 persen untuk semua rute.

Ia menjelaskan bahwa Pelni tidak dapat menaikkan harga tiket secara sepihak, karena penyesuaian tarif harus melalui keputusan pemerintah dan DPR. Kenaikan harga tiket terakhir tercatat terjadi sekitar 11 tahun lalu.

Untuk rute pelayaran dari Manokwari, Pelni melayani wilayah timur dengan tujuan Nabire, Serui, Biak, Jayapura, dan Wasior. Sementara untuk wilayah barat pada periode Nataru, rute terpadat dilayani hingga Bitung. Kondisi ini berbeda dengan arus mudik Idul Fitri, dimana Pelni lebih banyak melayani rute wilayah tengah dan barat dengan jarak perjalanan yang lebih jauh.

Pada periode Nataru, pergerakan penumpang dari Manokwari umumnya bersifat lokal. Oleh karena itu, Pelni menyesuaikan pola layanan armada agar tetap efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang, Pelni menambah armada kapal. Pada hari normal, terdapat empat kapal yang bersandar di Manokwari, yakni KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Dorolonda, dan KM Gunung Dempo. Selama periode Nataru, jumlah armada ditingkatkan menjadi tujuh kapal dengan penambahan KM Sirimau, KM Ciremai, dan KM Labobar yang telah beroperasi sejak awal Desember atau H-15 Nataru.

Penambahan armada ini berdampak pada peningkatan frekuensi kedatangan kapal, sehingga setiap dua hari sudah terdapat kapal yang masuk ke Pelabuhan Manokwari.

Untuk kapasitas angkut, kapal tipe 2.000 seperti KM Labobar mampu memuat sekitar 3.300 penumpang, sedangkan kapal tipe 1.000–2.000 seperti KM Gunung Dempo dapat mengangkut sekitar 2.200 hingga 2.300 penumpang, termasuk dispensasi dari Kementerian Perhubungan.

Pelni juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penumpukan penumpang dan memastikan kenyamanan serta keselamatan selama pelayaran. Apabila kapasitas kapal telah terpenuhi, penumpang diharapkan melakukan penjadwalan ulang pada kapal berikutnya.

Adapun kisaran harga tiket bervariasi tergantung tujuan. Untuk rute Manokwari – Jayapura, harga tiket berkisar Rp400.000 dan setelah mendapat stimulus pemerintah 20 persen menjadi sekitar Rp320.000. Stimulus tersebut diberikan untuk menjaga keterjangkauan harga tiket sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.

Dalam mendukung peningkatan pelayanan, Pelni menyediakan layanan pengaduan nasional melalui nomor 162 yang dapat diakses penumpang selama menggunakan jasa kapal Pelni. Selain itu, Pelni juga menyediakan berbagai kanal pembelian tiket, seperti aplikasi Pelni Mobile, layanan perbankan melalui Livin’ by Mandiri dan BCA, serta pembelian di gerai Indomaret. Sistem pembayaran juga telah mendukung transaksi melalui transfer dan kartu debit.

Pelni menyebutkan bahwa sosialisasi dan edukasi terkait pembelian tiket secara digital telah dilakukan sejak tahun 2024 dan terus dilaksanakan di wilayah timur Indonesia melalui berbagai kegiatan, guna memberikan kemudahan akses layanan dan mencegah praktik percaloan. (*/TOP-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!