Hadiri Rakor Lintas Sektor di Jakarta, Bupati Manokwari Hermus Indou Paparkan Kesiapan Perbup RDTR WP Warmare-Prafi

Bupati Manokwari, Hermus Indou didampingi Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono pose bersama Gabriel Tri Wibawa selaku Jabatan Fungsional Ahli Utama Kementerian ATR/BPN RI saat menerima cinderamata usai pembukaan Rakor Linsek (Rapat Koordinasi Lintas Sektor) di The Westin Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Jakarta, TopbNews.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou didampingi Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor (Linsek) bersama seluruh Kementerian terkait di The Westin Hotel Jakarta, Selasa (9 Desember 2025).

Mengusung skema nasional “Membangun Indonesia di Papua, dan Papua Harus Menjadi Wajah Indonesia”, Bupati Hermus dengan gamblang memaparkan materi Rancangan Peraturan Bupati tentang persetujuan substansi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Warmare-Prafi Tahun 2025-2045.

Dalam pemaparan, Bupati Hermus Indou menyampaikan latar belakang dan konteks strategis penyusunan RDTR WP Warmare-Prafi adalah warisan historis dan potensi agribisnis adalah Kawasan Prafi dikenal sebagai salah satu lumbung pangan sejak tahun 1980-an, dengan lahan pertanian yang subur dan infrastruktur pertanian awal yang masih dapat dikembangkan secara modern.

Dari sisi akses geografis terletak di antara Kota Manokwari dan Kabupaten Pegunungan Arfak, serta dilintasi Jalan Trans-Papua, Manokwari-Sorong, sehingga berpotensi menjadi hinterland dan simpul logistik bagi wilayah sekitarnya.

Sementara dari sisi dukungan kebijakan nasional adalah pengembangan kawasan ini selaras dengan RPJMN yang menekankan pembangunan Papua berbasis sumber daya lokal, ketahanan pangan, dan pengurangan kesenjangan, serta mendukung visi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi dengan pembangunan rendah karbon.

Bupati Hermus memaparkan luas Kabupaten Manokwari adalah 276.390 Ha (Perda No 7/2024 tentang RTRW Kabupaten Manokwari). Terdiri dari 14 Distrik, 164 kampung dan 9 kelurahan serta Jumlah Penduduk (BPS 2025) = 204.106 Jiwa.

Peran dan fungsi strategis Kabupaten Manokwari, kata Hermus yaitu Sebagai Pusat Peradaban di Tanah Papua dalam aspek historis religius, pemerintahan, pendidikan dan Kebudayaan di Tanah Papua, Sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat, Manokwari berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan jasa regional serta Pengembangan kawasan hinterland seperti Warmare-Prafi sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berimbang dan Kabupaten Manokwari Sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat.

Secara khusus, Bupati Hermus menegaskan profil WP Warmare-Prafi adalah Status : Kawasan Strategis Kabupaten dari aspek Ketahanan Pangan dan Ekonomi; Lokasi : Terletak di Distrik Warmare dan Distrik Prafi, sekitar 30-50 km sebelah tenggara Kota Manokwari; Potensi Unggulan : Pertanian dan Perkebunan : Lahan subur seluas ribuan hektar untuk padi, palawija, hortikultura, kelapa sawit, kakao, dan kopi; Warisan Infrastruktur : Memiliki jaringan irigasi warisan orde baru yang dapat direvitalisasi; Akses Transportasi : Dilalui oleh Jalan Nasional Trans-Papua Ruas Manokwari-Sorong; serta Tantangan : Aksebilitas internal terbatas, degradasi sebagian infrastruktur dasar, dan kebutuhan penataan ruang yang terintegrasi.

Gabriel Tri Wibawa selaku Jabatan Fungsional Ahli Utama Kementerian ATR/BPN menegaskan Kabupaten Manokwari dari isi pemaparan Bupati Manokwari, Hermus Indou Adalah yang terbaik dari 3 Kabupaten yang masuk Rakor Linsek Tahun 2025. Yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cirebon.

Kabupaten Manokwari disebut Gabriel adalah Kabupaten terbaik dalam perencanaan Analisa dokumen RDTR Dimana dokumen LBS terhadap RTRW (KP2B pada RTRWK Terhadap LBS Adalah 99,98% di dalam LBS dan 287,76% di luar LBS.

Khusus LBS dalam RDTR, Gabriel menyebut RDTR WP Warmare-Prafi (LP2B pada RDTR Terhadap LBS Adalah 97,35% didalam LBS dan 184,92% diluar LBS. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!