
Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Kota Jayapura terus memperkuat tata kelola aset melalui penerapan Aplikasi Smart Asset, sebuah sistem digital yang dirancang untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan efisiensi pengelolaan barang milik daerah.
Aplikasi Smart Asset diluncurkan secara resmi oleh Walikota Jayapura, Abisai Rollo dan hal ini merupakan terobosan baru yang pertama di Papua bahkan di Indonesia yang dilakukan oleh BPKAD Kota Jayapura.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPKAD Kota Jayapura, Dessy Wanggai atas inovasi baru dalam tata kelola aset di Pemkot Jayapura melalui aplikasi Smart Asset.

“Ini sebagai bagian dari upaya transformasi tata kelola pemerintahan menuju birokrasi yang lebih modern dan akuntabel”, kata Abisai Rollo.
Walikota menyebut Pemerintah Kota Jayapura memiliki visi yang jelas yakni menjadikan Kota Jayapura yang mandiri, modern dan berkelanjutan melalui penerapan tata kelola pemerintahan yang baik.
Salah satu pilar utama dari visi tersebut yakni akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya daerah termasuk aset daerah.
“Simtem Smart Asset yang kita luncurkan adalah bukti bahwa kota Jayapura siap menjadi kota cerdas (smart city)”, ujar orang nomor satu di Kota Jayapura ini.
Abisai Rollo berharap inovasi ini akan terus berkelanjutan oleh BPKAD dalam mengembangkan fitur dan integrasi sistem agar relevan dengan dinamika perkembangan kota Jayapura.
“Jadi dengan adanya smart asset ini menjadikan Kota Jayapura sebagai role model bagi daerah lain di Tanah Papua dalam tata kelola aset daerah yang modern”, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Jayapura, Dessy Wanggai menjelaskan Melalui aplikasi Smart Asset, seluruh proses inventarisasi, pencatatan, hingga pelaporan aset kini dilakukan secara terintegrasi dan berbasis teknologi dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Smart Asset kami angkat sesuai dengan permasalahan yang ada. Kota Jayapura telah 12 kali WTP namun selalu didalam rekomendasi aset yang masih bermasalah, sehingga kami berinovasi untuk lebih menata kelola aset daerah secara modern dan terdigitalisasi”, jelasnya.
Dessy Wanggai mengungkapkan aset pemerintah daerah khususnya tanah dan bangunan memiliki nilai strategis, namun dalam pengelolaannya masih menghadapi kendala.
“Kendalanya terkait dengan akurasi data dimana kami kesulitan dalam memverifikasi keberadaan fisiknya secara real time”, jelasnya
Dia menambahkan banyak juga aset bangunan dan tanah yang status kepemilikannya belum jelas bahkan sebagian masih dibawah penguasaan masyarakat adat tanpa adanya dokumen kepemilikan formal (sertifikat).
Adapula yang merupakan hibah dari pemerintah provinsi maupun kabupaten induk, namun tidak disertai bukti administrasi kepemilikan yang lengkap dan menimbulkan ketidakpastian hukum atas kepemilikan aset Pemkot Jayapura.
Menurut Dessy, pemetaan lokasi juga menjadi bagian penting dalam mengetahui lokasi geografis khusus tanah dan bangunan yakni batas batas tanah.
Selanjutnya efesiensi audit, dimana proses inventarisasi yang memakan waktu dan biaya yang besar.
“Untuk menjawab permasalahan dan tantangan tersebut, saya berinisiasi melakukan perubahan transformasi melalui pemanfaatan teknologi terkini yaitu smart asset” beber Dessy yang tengah mengikuti Diklat PKN II Angkatan XXX Tahun 2025.
Masih menurutnya , Smart Aset bukan hanya sebuah sistem informasi, melainkan sebuah ekosistem pengelolaan aset modern yang menggabungkan dua teknologi revolusioner: digitalisasi manajemen aset dan integrasi data berbasis Internet of Things ( IoT ) untuk memastikan setiap aset daerah tercatat, terpantau, dan dikelola secara real time.
“Melalui Aplikasi Smart Asset ini, seluruh proses pendataan, pemantauan, hingga analisis aset dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan transparan”, sebutnya.

Ia berharap dengan teknologi ini, proses inventarisasi yang sebelumnya memakan waktu kini dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat.
“Data aset akan tersaji secara transparan dan terkoneksi antar-perangkat, sehingga memudahkan proses audit, perencanaan kebutuhan, hingga pengambilan keputusan strategis oleh pemerintah daerah”, tambahnya.
Kehadiran Smart Aset diharapkan menjadi langkah penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan digital, sekaligus memastikan seluruh aset milik pemerintah daerah memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kota Jayapura. (*)
Penulis : Rachel