
Manokwari, TopbNews.com – Komisi II DPR Papua Barat, Rabu (3/12) menggelar pertemuan bersama Dinas Kesehatan dan RSUP Papua Barat untuk menyinkronkan data terkait berbagai program layanan kesehatan, termasuk pelayanan untuk Orang Asli Papua (OAP). Pertemuan tersebut merupakan tahap awal sebelum masuk pada pembahasan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Anggota Komisi II DPR Papua Barat, Fachry Tura, menjelaskan bahwa pertemuan kali ini masih berfokus pada penyamaan data antara Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit provinsi.
“Hari ini (rabu – red) baru menyinkronkan data antara Dinas Kesehatan dan RS Provinsi. Mereka berjanji pada pertemuan kedua nanti akan melengkapi semua data yang kami butuhkan”, katanya.
Ia menegaskan bahwa penyatuan data diperlukan agar Komisi II dapat mendorong program-program prioritas yang masih kurang dan menemukan solusi tepat berdasarkan kebutuhan lapangan.
Salah satu kendala utama yang disoroti adalah ketidakteraturan basis data OAP, yang membuat sejumlah program, seperti beasiswa maupun layanan bantuan kesehatan, belum berjalan optimal.
“Basis data OAP sampai sekarang masih simpang siur. Karena itu pada RDP kedua nanti kami akan undang BPJS dan Dukcapil untuk melakukan sinkronisasi”, jelas Fachry sembari berharap data dukcapil terkait pendataan IKD OAP yang baru diluncurkan 21 November lalu.
RDP lanjutan direncanakan akan menghadirkan seluruh instansi teknis agar penyusunan kebijakan, terutama terkait pelayanan kesehatan masyarakat Papua Barat, dapat lebih akurat dan tepat sasaran. (*)
Penulis : Rian Lahindah