Wagub Papua Barat Buka Rakortek Riset dan Inovasi 2025 serta Launching Simposium Flora Malesiana

Manokwari, TopbNews.com – Rapat Koordinasi Teknis Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Papua Barat Tahun 2025 dan Diseminasi Smart BRIDA resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Pembukaan kegiatan yang dirangkai dengan peluncuran Simposium Flora Malesiana ke-12 tersebut berlangsung di Hotel Mansinam Beach, Manokwari, Kamis (20/11).

Dalam sambutannya, yang dibacakan oleh Wakil Gubernur, Gubernur Dominggus Mandacan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas komitmen memperkuat riset dan inovasi di Papua Barat.

Ia memulai dengan mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kegiatan penting ini dapat terselenggara dengan baik.

Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat baru saja menerima Piagam Penghargaan BRIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk kategori Kajian Kebijakan yang Dimanfaatkan.

Papua Barat menjadi satu dari empat provinsi yang dinilai berhasil mengintegrasikan riset dan inovasi ke dalam kebijakan pembangunan berbasis bukti ilmiah.

“Penghargaan ini adalah kebanggaan kita bersama sekaligus menjadi motivasi bagi BRIDA Papua Barat dan BRIDA/Bapperida kabupaten untuk terus berperan sebagai think tank daerah”, Jelasnya.

Sejak dibentuk pada 2017 dan bertransformasi menjadi BRIDA pada 2022, lembaga ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata melalui aktivitas riset, fasilitasi HKI, pengukuran indeks inovasi dan daya saing, publikasi jurnal dan majalah ilmiah, serta pengembangan komoditas lokal unggulan.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti penguatan kelembagaan, pendanaan riset, tata kelola riset dan inovasi, serta digitalisasi layanan. Melalui konsep Smart BRIDA yang dicanangkan Kepala BRIDA Papua Barat, pemerintah berharap dapat mempertegas komitmen pendanaan, regulasi, dan kolaborasi kemitraan secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur juga secara resmi melaunching Simposium Flora Malesiana ke-12 serta Konferensi Solusi Iklim Berbasis Alam yang dijadwalkan berlangsung di Manokwari pada 9–14 Februari 2026.

“Ini menjadi momentum penting bagi Papua Barat untuk berkontribusi dalam pemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mempromosikan harapan baik yang telah kita bangun bersama dalam menghadapi krisis iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan persoalan air bersih”, ujarnya.

Mengakhiri sambutan, Gubernur mengajak seluruh perangkat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menjadikan bukti ilmiah sebagai dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!