
Manokwari, TopbNews.com – Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Papua Barat, Sigmund Paiki, menyampaikan sikap tegas menolak tindakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang melakukan pemusnahan terhadap mahkota burung Cenderawasih sitaan dengan cara dibakar.
“Kami dari IKA SKMA tidak mendukung tindakan yang dilakukan oleh BBKSDA Papua terkait pembakaran barang sitaan berupa mahkota burung Cenderawasih”, tegas Sigmund melalui sambungan telepon pada Rabu (23/10).
Menurutnya, meski secara hukum pemerintah memiliki kewenangan untuk melindungi satwa dilindungi seperti burung Cenderawasih, namun tindakan pembakaran tersebut tidak mempertimbangkan aspek sosial dan kultural masyarakat Papua.
“Dari aspek hukum kami mendukung pemerintah dalam upaya menjaga dan melestarikan burung Cenderawasih dari kepunahan. Namun dari aspek adat, tindakan ini merupakan pelecehan terhadap harkat dan martabat orang Papua, karena Cenderawasih adalah identitas dan harga diri kami”, ujarnya.
Sigmund menambahkan, seharusnya barang sitaan berupa satwa endemik Papua tidak dimusnahkan, tetapi dimuseumkan agar dapat menjadi bahan edukasi bagi generasi muda di masa mendatang.
“Kami berharap agar barang-barang sitaan endemik Papua dijadikan koleksi edukatif di museum, bukan dibakar begitu saja”, katanya.
IKA SKMA Papua berharap pemerintah ke depan dapat lebih bijak dalam menangani barang sitaan yang berkaitan dengan satwa endemik dan simbol budaya masyarakat adat Papua. (*)
Penulis : Rian Lahindah