
Manokwari, TopbNews.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Papua Barat, Minggu (12/10), menjadi momentum refleksi atas capaian pembangunan sekaligus penegasan arah kebijakan lima tahun ke depan.
Dalam amanatnya, pada upacara bendera yang digelar di halaman kantor Gubernur Arfai, Senin (13/10), Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa tema pembangunan tahun ini yakni : “Membangun dengan Hati, Mempersatukan dengan Kasih, Menuju Papua Barat yang Aman, Sejahtera, Bermartabat, dan Mandiri”, bukan sekadar slogan. Tema ini, katanya, merupakan cerminan visi-misi pembangunan daerah periode 2025–2029 yang berfokus pada pemerataan dan kemandirian daerah.
“Keberhasilan yang kita raih adalah hasil kerja keras dan gotong royong seluruh elemen masyarakat. Namun perjalanan kita belum selesai. Masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama”, tegas Dominggus.
Data Pemprov Papua Barat menunjukkan, perekonomian daerah tumbuh 20,80 persen pada 2024, melonjak signifikan dibanding 5,18 persen pada tahun sebelumnya.

Sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi, mencapai 32,9 persen, disusul ekspor barang dan jasa sebesar 16,1 persen. Indeks Gini turun ke angka 0,385, menandakan pemerataan pendapatan yang semakin baik di kalangan masyarakat.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat naik menjadi 67,69, meningkat 0,85 poin dari tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didukung oleh naiknya angka harapan hidup menjadi 68,47 tahun, serta pengeluaran per kapita yang mencapai Rp8,8 juta per tahun.
Tingkat partisipasi angkatan kerja juga naik menjadi 71,25 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun ke 4,13 persen.
Gubernur menegaskan, tujuh misi utama pembangunan Papua Barat mencakup peningkatan kualitas layanan dasar terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial serta penguatan sektor pertanian, infrastruktur, dan investasi inklusif.
Pemerintah juga tengah mengembangkan potensi strategis daerah, seperti industri metanol dan amonia di Teluk Bintuni, serta proyek pengembangan gas Ubadari CCUS di Teluk Bintuni dan Manokwari.

Di sisi lain, sektor perikanan di Fakfak, Kaimana, dan Manokwari, serta pariwisata alam di Pegunungan Arfak dan Teluk Cenderawasih, menjadi perhatian utama.
Pemprov Papua Barat telah menetapkan sembilan isu strategis pembangunan, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, percepatan konektivitas, serta ketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana.
Dominggus juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelaksanaan Otonomi Khusus untuk kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).
“Mari kita terus membangun Papua Barat dengan kasih, menuju daerah yang aman, sejahtera, bermartabat, dan mandiri”, tutup Gubernur. (*)
Penulis : Rian Lahindah