
Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Kota Jayapura berencana mengalihfungsikan Asrama Port Numbay yang terletak di kawasan padang bulan Jl. Rauboria Padang Bulan, Jayapura sebagai rumah singgah bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Pengguna Narkoba, Anak Jalanan, dan Lansia Terlantar.
Rencana ini ditandai dengan peninjauan langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama jajaran Dinas Sosial Kota Jayapura, Minggu (5/10).
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menyampaikan bahwa pemanfaatan kembali bangunan asrama yang sudah lama tidak digunakan ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menangani masalah sosial di Kota Jayapura.
“Hari ini kita tinjau karena asrama ini akan kita rehab dan perbaiki. Kita ingin jadikan tempat ini sebagai rumah singgah untuk menampung ODGJ yang selama ini ada di jalan-jalan. Ini gedung kosong milik pemerintah, jadi kita manfaatkan untuk kepentingan sosial”, katanya.

Dia menyebut penanganan terhadap ODGJ dan masyarakat dengan masalah sosial lainnya akan dilakukan secara terpadu melalui Dinas Sosial. Dan keberadaan ODGJ dan masyarakat rentan lainnya adalah tanggung jawab bersama pemerintah.
“Melalui Dinas Sosial, kita akan turun langsung menjemput mereka di jalan, menampung di sini, memberi pengobatan, pakaian, makanan, dan perawatan. Jika perlu, mereka akan dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan medis. Semoga Tuhan menolong, dan mereka bisa pulih serta kembali sehat”, ujarnya.
Menurut Abisai Rollo, Mereka ini bagian dari kita semua, saudara-saudara kita yang mungkin karena tekanan hidup atau masalah tertentu akhirnya mengalami gangguan dan Pemerintah wajib hadir untuk melindungi dan merawat mereka
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menjelaskan bahwa asrama tersebut akan mulai difungsikan sebagai rumah singgah pada Januari 2026.
“Asrama Putri Port Numbay ini akan kita fungsikan sebagai rumah singgah khusus bagi masyarakat Kota Jayapura yang mengalami permasalahan sosial, termasuk ODGJ, pengguna narkoba, anak jalanan, dan lansia terlantar. Mereka akan mendapat perawatan sementara dari tenaga medis dan pendamping sosial”, ungkapnya.

Masih menurut Pawara, asrama tersebut memiliki 15 kamar, dilengkapi dengan ruang kantor, kamar mandi, dan dapur umum.
“Dari sisi fasilitas, beberapa bagian memang perlu dibenahi sebelum digunakan. Setelah siap, kita akan langsung aktifkan”, bebernya.
Untuk memperkuat pelayanan, pihaknya juga berencana membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di lokasi rumah singgah tersebut.
“UPTD Rumah Singgah ini nantinya akan melayani berbagai kelompok rentan seperti ODGJ, korban penyalahgunaan narkoba, anak jalanan, dan lansia terlantar”, tandasnya. (*)
Penulis : Rachel