
Wondama, TopbNews.com – Suasana haru menyelimuti Bendungan Kali Anggris, Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, ketika tim SAR Gabungan berhasil menemukan Julian Maniani (14), remaja yang dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya, Sabtu sore (27/9).
Julian sempat hilang sekitar pukul 15.00 WIT. Informasi musibah ini pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari melalui Unit Siaga SAR Teluk Wondama dari Humas Polres Teluk Wondama, Rio, pukul 15.18 WIT. Tanpa menunda waktu, tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi.
Berdasarkan laporan resmi Basarnas, pukul 15.35 WIT Tim Rescue Unit Siaga SAR Teluk Wondama bergerak menuju lokasi dengan Rescue Carrier. Setibanya di lokasi pukul 16.05 WIT, tim segera melakukan asesmen kondisi perairan dan memulai pencarian dengan dukungan perahu karet dan perlengkapan water rescue.
Usaha pencarian berlangsung dramatis. Sementara keluarga korban dan warga sekitar menanti dengan penuh cemas di tepi bendungan, tim SAR menyisir area yang diduga kuat menjadi lokasi tenggelamnya korban. Setelah hampir dua jam pencarian, tepat pukul 18.15 WIT, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Tangis keluarga pecah begitu jasad Julian diangkat dari air. Warga yang hadir turut larut dalam duka, menyaksikan proses evakuasi korban menuju Puskesmas Wasior untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah dilakukan debriefing pukul 18.35 WIT, operasi SAR dinyatakan selesai. Pukul 19.05 WIT, tim kembali ke pos Unit Siaga SAR Teluk Wondama.
Operasi pencarian ini melibatkan 23 personel dari berbagai unsur, terdiri dari:
- 5 personel Unit Siaga SAR Teluk Wondama
- 4 personel Polres Teluk Wondama
- 2 personel Koramil Wasior
- 2 personel BPBD Kabupaten Wondama
- 10 orang masyarakat sekitar
Selain kekuatan personel, operasi ini juga didukung alut dan palsar berupa 1 unit Rescue Carrier, 1 unit perahu karet, peralatan komunikasi, 1 set water rescue, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Kondisi cuaca saat operasi relatif mendukung, dengan langit cerah, angin timur berkecepatan 4–10 knot, serta tinggi gelombang 0,25–1,5 meter. Jarak pandang hanya kurang dari 8 km, namun tidak terlalu menghambat pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Yefri Sabaruddin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Kami menyampaikan terima kasih kepada Polres Teluk Wondama, Koramil Wasior, BPBD, serta masyarakat yang telah bersinergi dan bekerja sama membantu pelaksanaan operasi ini”, ujarnya.
Yefri juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terlebih bagi anak-anak dan remaja. Menurutnya, kewaspadaan bersama sangat penting untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Julian dikenal sebagai remaja ceria di lingkungannya. Kehilangannya menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga teman-temannya yang masih shock atas tragedi tersebut.
Sejumlah warga yang hadir di lokasi mengaku peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang bahaya berenang tanpa pengawasan di bendungan atau sungai.
“Air di bendungan memang terlihat tenang, tapi arus di bawahnya bisa kuat dan berbahaya. Anak-anak harus selalu didampingi”, ujar salah satu warga yang ikut dalam pencarian.
Dengan berakhirnya operasi, seluruh unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing. Namun jejak duka masih terasa di Wasior, meninggalkan pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan dan kebersamaan dalam menghadapi musibah. (*/rls)