
Jayapura, TopbNews.com – Pemerintah Kota Jayapura Resmi menutup Festival Berghendal II yang berlangsung meriah di Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Jayapura, Evert Merauje, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat langsung dalam Festival Berghendal II Tahun 2025.
“Atas nama Pemerintah Kota Jayapura, saya menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, seluruh masyarakat, dan berbagai pihak yang telah bekerja keras untuk menyukseskan festival ini”, ujarnya
Evert Merauje menyebut, Festival Berghendal II diambil dari bahasa Belanda ‘Berg En Daal’ yang berarti “Gunung dan Lembah”. Pada jaman Belanda Argapura disebut dengan nama Berghendal.
“Festival ini bukan hanya sekadar acara hiburan, melainkan juga wadah penting untuk melestarikan budaya dan mempererat kebersamaan”, ujarnya.
Menurutnya, festival ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Argapura menjunjung tinggi persaudaraan dan gotong royong. Dirinya menegaskan, bahwa pembangunan tidak hanya sebatas pembangunan fisik dan infrastruktur namun menyentuh semua aspek.
“Pembangunan juga harus menyentuh budaya, seni, dan identitas masyarakat lokal”, kata Sekda.

Ia memaparkan beberapa nilai penting dari festival budaya seperti ini, antara lain melestarikan warisan budaya, meningkatkan persatuan masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, serta menjadi ajang promosi potensi kuliner, kerajinan, dan produk lokal
Festival ini juga membangun citra positif kota Jayapura, dengan menunjukkan bahwa Jayapura adalah kota yang damai, ramah, dan kaya akan tradisi”, ujar Merauje.
Di akhir sambutannya, Evert Merauje mengajak seluruh masyarakat Argapura, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Festival Bergendal II sebagai ruang kreativitas, kebersamaan, dan pembelajaran.
“Mari kita jadikan festival ini sebagai warisan yang terus berlanjut dari tahun ke tahun, semakin besar dan semakin meriah, sehingga mampu menjadi ikon budaya di Kota Jayapura”, pesannya.
Kepala kelurahan Argapura, Emma Hamadi disela-sela event mengatakan, festival Berghendal adalah wujud komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Pelaksanaan Festival Berghendal juga memiliki misi salah satunya yakni untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda kota Jayapura khususnya di wilayah Argapura.
“Saya berpikir harus ada sesuatu agar nama Bergendal tidak hilang. Akhirnya, muncul ide untuk membuat event ini sekaligus merubah citra negative di wilayah Argapura”, kata Emma Hamadi.
Dia menyebut tujuan utama dari Festival ini adalah, selain fokus pada ekonomi, Emma Hamadi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda di wilayah Argapura.

Ema menjelaskan sebagian besar warganya adalah Orang Asli Papua (OAP), dan penyalahgunaan narkoba diwilayah argapura didominasi oleh anak-anak muda. Untuk itu dalam festival yang ke II ini pihaknya banyak melibatkan generasi muda untuk menyelamatkan mereka dari bahaya narkoba.
“Itulah mengapa saya selalu melibatkan generasi muda dan karangtaruna dalam setiap kegiatan. Kita harus menyelamatkan anak-anak ini. Kalau bukan saya, siapa lagi. Kalau bukan hari ini, kapan lagi”, tuturnya.
Diketahui pada even Festival Berghendal II, Kepala Kelurahan Argapura mendaftarkan nama “Berghendal” hak ciptanya di Kemenkumham Papua dengan harapan agar dapat dikelola dengan baik dan menjadi ikon milik masyarakat Argapura.
“Hari ini sudah didaftarkan di Kemenkumham dan saya sudah pegang suratnya. Itu adalah milik Argapura, dan akan saya tinggalkan untuk Karang Taruna jika saya tidak lagi menjabat”, tandasnya. (*)
Penulis : Rachel