Aliansi Mahasiswa Serahkan 17 Tuntutan kepada Pemerintah Papua Barat

Manokwari, TopbNews.com – Aksi demo di Manokwari yang di gelar hari ini, Rabu (2/9) berlangsung damai. Aliansi Mahasiswa yang terdiri dari GMKI, BEM Universitas Papua, Ikatan Mahasiswa Daerah, Mahardika, serta aktivis lokal, turun ke jalan menyuarakan 17 tuntutan terkait isu nasional dan persoalan lokal di Papua Barat.

mostbet

Demo yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIT ini awalnya dimulai di depan kampus Universitas Papua dengan tujuan Kantor Sekretariat DPRP Papua Barat.

Namun, kondisi cuaca dan kebijakan aparat kepolisian membuat aksi long march dialihkan ke Jalan Raya, Fanindi, Makalo, Kabupaten Manokwari, tempat massa diterima Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Ketua DPRP Orgenes Wonggor, dan Forkopimda setempat.

Koordinator Lapangan, Yakonias Surune, memimpin jalannya aksi dengan memberi kesempatan kepada sejumlah orator dari berbagai organisasi untuk menyampaikan aspirasi. Tuntutan yang disampaikan mencakup:

  1. Menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR serta pajak baru.
  2. Mendesak pembubaran DPR RI dan pembatalan Omnibus Law.
  3. Evaluasi dan renovasi menyeluruh tubuh Polri.
  4. Usut tuntas kasus kekerasan dan penghilangan nyawa aktivis di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jakarta, Makassar, Sorong, dan Manokwari.
  5. Menghentikan pemborosan uang rakyat dan tindakan represif terhadap masyarakat.
  6. Mengesahkan UU Masyarakat Adat serta membuat regulasi perlindungan hak OAP.
  7. Mengangkat hak politik Orang Asli Papua di tanahnya sendiri.
  8. Mengembalikan TNI ke barak, menghentikan keterlibatan mereka dalam pengamanan sipil.
  9. Mengesahkan UU Perampasan Aset Koruptor.
  10. Ciptakan pendidikan dan kesehatan gratis yang ilmiah dan demokratis.
  11. Menjamin upah layak bagi tenaga kerja, termasuk dosen, guru, tenaga medis, buruh, dan mitra kerja lainnya.
  12. Regulasi penjualan pinang khusus OAP.
  13. Beasiswa untuk mahasiswa dan siswa dari keluarga kurang mampu.
  14. Mengadili pelaku pelanggaran HAM di seluruh Tanah Papua.
  15. Menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merusak sumber kehidupan OAP.
  16. Menindaklanjuti seluruh tuntutan ke pemerintah pusat.

Gubernur Dominggus Mandacan menyambut aksi mahasiswa dengan apresiasi, menekankan bahwa pemerintah provinsi siap menindaklanjuti tuntutan yang menjadi kewenangan daerah.

Ketua DPRP Orgenes Wonggor menambahkan bahwa beberapa poin sudah diakomodasi melalui peraturan daerah dan akan diteruskan ke pemerintah pusat untuk isu nasional.

Aksi damai ini berlangsung tertib berkat pengamanan ketat dari Kapolda Papua Barat, Kapolresta Manokwari, dan jajaran.

Demonstrasi ini menjadi bukti partisipasi aktif masyarakat dalam menyalurkan aspirasi, sekaligus mengingatkan pemerintah untuk merespon tuntutan rakyat dengan langkah konkret. (*)

Penulis : Rian Lahindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!