
Manokwari, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di Provinsi Papua Barat.
Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan bersama tokoh agama, pemuda, akademisi, dan masyarakat di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (1/9/2025).
Dominggus mengatakan, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk saling mendukung agar kehidupan sosial tetap rukun, khususnya di Manokwari.
“Manokwari untuk Semua, Semua untuk Manokwari. Indonesia untuk Semua, Semua untuk Indonesia”, ujarnya.
Ia menekankan, toleransi dan kerukunan harus dijaga sebagai fondasi kehidupan bersama. Sebagai Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab moral menjaga kebersamaan.
“Kami Arfak sebagai tuan rumah, pemilik ulayat di sini, harus kompak menjaga kesatuan dan persatuan”, tegasnya.
Gubernur Dominggus juga mengingatkan pentingnya melihat kembali perjuangan orang tua terdahulu. Meski tanpa gelar akademik, mereka berjuang untuk kemajuan daerah dan hidup berdampingan dengan damai.
“Dulu kami ada di gelap, sekarang sudah ada di terang. Semua suku hidup bersama kami, bersama gereja, pemerintah, dan semua yang membawa perubahan”, ungkapnya.
Menurutnya, perubahan positif itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang bisa bersekolah, membaca, dan memimpin daerahnya sendiri.

Menyikapi dinamika sosial, Dominggus menyatakan demonstrasi sah sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Namun, ia mengingatkan agar dilakukan sesuai aturan hukum.
“Silakan demo, tapi lapor ke polisi, jelas siapa penanggung jawabnya dan berapa jumlah massanya. Kita semua harus awasi agar tetap damai”, katanya.
Ia mencontohkan kerusuhan 2019 lalu, ketika demo menolak rasisme berujung ricuh karena disusupi pihak tertentu.
“Sudah lapor, sudah siap konsentrasi massa, tapi tiba-tiba ada tiga sampai lima orang, kantor DPR terbakar. Itu yang harus kita antisipasi”, jelasnya.
Dominggus menilai, penyusup sering memanfaatkan situasi hingga aksi yang semula damai berubah menjadi kerusuhan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi, termasuk oleh hal-hal yang merusak seperti minuman keras.
Dalam pertemuan itu, Dominggus turut menyinggung peran ASN dan tokoh agama dalam menjaga situasi. Menurutnya, banyak ASN yang juga merangkap sebagai pelayan gereja, penatua, maupun kepala suku.
“Saya sampaikan kepada ASN, kita semua punya peran. Mari ajak keluarga dan kelompok kita masing-masing untuk hidup damai”, tuturnya.
Pada kesempatan itu, Dominggus juga mengimbau tokoh agama dan adat untuk terus memberi teladan.
“Semua yang ada di Tanah Arfak ini mari kita hormati. Kita juga nanti ketika berada di luar akan dihargai”, tambahnya.
Di akhir pertemuan, Dominggus menegaskan kembali pentingnya menjaga kedamaian dari lingkup terkecil.
“Mari kita mulai dari rumah kita sendiri, dari lingkungan kita. Apa pun perbedaan kita, tanggung jawab kita satu: menjaga Papua Barat tetap aman dan damai”, pungkasnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah