
Manokwari, TopbNews.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, menegaskan komitmen Papua Barat untuk terus berkontribusi dalam memperkuat kerukunan nasional dan pengembangan kehidupan beragama di Tanah Papua.
Hal itu disampaikan Lakotani saat melakukan audiensi dengan Menteri Agama RI di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Lakotani menyampaikan pentingnya kehadiran lembaga pendidikan tinggi keagamaan Kristen di Manokwari.
Menurutnya, sebagai salah satu pusat awal penyebaran Injil di Tanah Papua, Manokwari memiliki nilai historis sekaligus strategis sebagai pusat pengembangan peradaban Kristen.
“Kami berharap Kementerian Agama dapat memberi perhatian serius terhadap kebutuhan pendidikan keagamaan di Papua Barat. Kehadiran kampus keagamaan Kristen di Manokwari akan menjadi tonggak penting untuk membangun generasi muda yang beriman, moderat, dan cinta tanah air”, ujar Lakotani.
Selain pendidikan, Wagub juga menekankan perlunya apresiasi yang lebih berkelanjutan bagi tokoh-tokoh agama.
Ia menilai selama ini peran mereka begitu besar dalam merawat persaudaraan dan harmoni sosial, namun perhatian yang diberikan masih bersifat insidental.
“Tokoh agama di Papua Barat adalah garda depan kerukunan. Mereka tidak seharusnya hanya dilibatkan ketika konflik muncul, tetapi perlu mendapat dukungan dalam bentuk program nyata, baik kesejahteraan maupun kesempatan beribadah, seperti umrah, haji, dan wisata rohani”, tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Papua Barat pernah menjadi salah satu provinsi dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama tertinggi di Indonesia.
Capaian itu, kata dia, tidak hanya menjadi kebanggaan Papua Barat, melainkan juga bukti nyata bahwa masyarakat di kawasan timur Indonesia mampu menunjukkan teladan kerukunan bagi bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional yang akan digelar pada 2026 mendatang.
Ia berharap Kementerian Agama dapat mendukung penuh suksesnya acara tersebut, sekaligus mengupayakan kehadiran Presiden RI dalam pembukaan.
“Pesparawi bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga ajang memperkuat persatuan bangsa melalui seni dan budaya rohani. Papua Barat siap menjadi bagian dari upaya besar ini”, tuturnya.
Pertemuan Wagub dengan Menag diharapkan menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih erat dalam bidang kerukunan, pendidikan, dan pemberdayaan tokoh agama.
Papua Barat ingin meneguhkan peran sebagai provinsi yang tidak hanya menjaga kedamaian internal, tetapi juga berkontribusi pada harmoni nasional. (*/rls)