
Sorong, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos menegaskan masyarakat adat bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Jambore Masyarakat Adat Papua Barat Daya Tahun 2025 yang dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, sesepuh adat, organisasi masyarakat adat dari seluruh kabupaten/kota, Forkopimda, perwakilan pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan insan media.
Mengangkat tema “Rajut Nyaman Tenun Kebangsaan : Dari Adat Kita Menata, Dengan Iman Kita Melangkah, Bersama Pemerintah Kita Membangun”, Gubernur menekankan adat adalah fondasi moral, sosial, dan budaya yang harus menjadi pijakan pembangunan Papua Barat Daya.
“Adat adalah kompas moral dan sosial kita. Tanpa akar adat yang kuat, masa depan kita akan rapuh,” ujarnya.
Gubernur memaparkan empat peran penting masyarakat adat dalam pembangunan daerah yaitu Menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman; Mengawal kelestarian lingkungan; Memperkuat nilai kebangsaan dan cinta NKRI; serta Terlibat aktif dalam perencanaan serta pengawasan pembangunan.
Ia mengingatkan tantangan seperti arus modernisasi, perubahan sosial-ekonomi, dan potensi konflik hanya bisa dihadapi jika adat, iman, dan pemerintah bersinergi.
Melalui Badan Kesbangpol, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen Memfasilitasi penguatan lembaga adat dan Mendorong pelibatan masyarakat adat dalam perumusan kebijakan publik serta Menjadikan adat sebagai mitra untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kita ibaratkan benang, mungkin warna kita berbeda. Tapi kalau dirajut bersama, kita akan menjadi kain yang indah dan kuat. Begitu pula Papua Barat Daya,” kata Gubernur.
Di akhir sambutan, Gubernur mengajak generasi muda Papua Barat Daya untuk bangga dengan identitas adatnya dan berperan aktif dalam membangun daerah. Ia menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama setiap anak negeri.
“Kalau kita bersatu, ombak sebesar apa pun tidak akan mampu merobohkan perahu kita,” pungkasnya.
Penulis : Marthina Marisan