
Teminabuan, Papua Barat Daya, TopbNews.com – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) bersama masyarakat adat Sorong Selatan dengan tegas menolak pernyataan dan keputusan Lenis Kogoya yang mengakui dirinya sebagai Kepala Suku besar di 7 wilayah Adat dan mewakili 266 Suku di Papua.
Agustina Dedaida, Sekretaris LMA Kabupaten Sorong Selatan mewakili LMA Sorsel menegaskan pernyataan sikap Lenis Kogoya sebagai pemegang kekuasaan di seluruh Tanah Papua adalah keliru.
LMA Sorsel juga menilai sikap Lenis Kogoya yang mendeklarasikan dirinya dengan program pembentukan LMA Korwil di wilayah Adat Domberay adalah kekeliruan besar.
LMA Sorsel menegaskan bahwasanya Kepala Suku atau Ketua LMA bukan alat politik praktis yang menjadi simbol politik kosong dan tidak bermartabat dalam wilayah Adat kami di Sorong Selatan. Pasalnya, perbedaan wilayah adat dan berbeda suku sudah pasti berbeda bahasa.
“Lenis Kogoya beda suku dan adat dengan kami di Sorsel. Lenis berasal dari suku Lapago, Mepago di wilayah Pegunungan Papua. Jadi saudara Lenis tidak bisa mengambil alih 2 suku besar di wilayah Adat Domberay dan Bomberay yang berada di wilayah pesisir pantai Papua,” sebut Agustina.
Agustina juga menegaskan, secara adat saudara Lenis Kogoya tidak berhak mengatur adat kami di wilayah Domberay.
Karena perlu diingat secara adat kami berbeda, bahasa kami berbeda. Cara dan kebiasaan kami sangat berbeda.
“Saudara Lenis Kogoya anda tidak bisa mengatur adat orang yang berbeda Suku di tanah papua,” tegasnya.
Agustina menyebut LMA Sorong Selatan bersama
Masyarakat Adat mendesak pemerintah pusat di Jakarta sebagai berikut :
- Mendesak Kemenhan mengklarifikasi pernyataan saudara Lenis Kogoya yang menggunakan atribut negara (Seragan TNI) dan mengklaim dirinya sebagai kepala suku Tanah Papua dan Ketua LMA Tanah Papua.
- Meminta ketegasan dan penjelasan Kemenhan terkait status saudara Lenis Kogoya sebagai staf khusus Menhan, serta status kepala Suku Tanah Papua atau LMA Korwil Tanah Papua.
- Kami atas nama lembaga adat LMA Kabupaten Sorong Selatan yang berada di wilayah adat Bomberay dan Doberay dengan tegas menolak segala aktivitas saudara Lenis Kogoya yang mengatasnamakan diri sebagai Kepala Suku dan Ketua LMA Tanah Papua di wilayah Adat kami.
Agustina menambahkan, segala bentuk pernyataan saudara Lenis Kogoya yang menyatakan diri sebagai ketua LMA se-Tanah Papua, tidak akan mendapat dukungan. (redaksi)