
Jayapura, TopbNews.com – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A, Ph.D melakukan kunjungan resmi dan bertemu langsung Penjabat Gubernur Provinsi Papua, Mayjen TNI (Purn.) Ramses Limbong pada 12 Juni 2025 lalu.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban dan semangat kebangsaan, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen BPIP untuk merawat ideologi negara di wilayah yang kerap menjadi pusat perhatian nasional, bukan karena kurangnya nasionalisme, tetapi karena banyaknya tantangan kebangsaan yang harus dihadapi.
“Kami tidak ingin melihat Indonesia hanya dari ‘kaca mata’ Jakarta, Papua harus dilihat dengan mata hati. Karena itu kami datang, mendengar, dan menyerap aspirasi langsung dari tanah ini”, ungkapnya kepada awak media.
Yudian Wahyudi menyebut pertemuan ini sebagai bentuk konkret dari Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarno Putri.
“Ini adalah bentuk konkret perintah dari Ketua Dewan Pengarah BPIP, Ibu Megawati Soekarnoputri ‘turun ke lapangan, lihat dan dengar sendiri”, tambah Prof. Yudian.
Kepala BPIP menegaskan bahwa pendekatan pembinaan ideologi Pancasila tidak bisa diseragamkan ,”Di Papua, Pancasila justru harus dihadirkan dengan pendekatan yang lebih afektif dan partisipatif,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPIP juga menyampaikan rencana kembali ke Papua pada bulan September mendatang untuk menggelar sosialisasi Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila bagi para guru di seluruh wilayah Papua.
“ BTU ini telah disusun dan dikembangkan BPIP bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dirancang dengan komposisi nilai yang berbeda: 70 persen afektif, 30 persen kognitif,” sebutnya.
Menurutnya ada Total 24 buku yang telah disiapkan, dari tingkat PAUD hingga SMA, untuk siswa dan guru.
“Papua tidak kurang cinta pada Indonesia. Yang perlu kita jaga adalah ruang kebersamaan agar suara mereka tetap merasa didengar dan dihargai,” ungkap Prof. Yudian.
Kepada jajaran yang hadir, dirinya menegaskan agar sosialisasi nantinya bisa menjangkau seluruh provinsi yang ada di Papua,” Pendidikan Pancasila harus menyentuh hati, bukan hanya di lisan,” tegas Kepala BPIP
Selain itu, BPIP juga mendorong penguatan wawasan kebangsaan di daerah perbatasan dan menggerakan program KKN Pancasila di kampus-kampus Papua.
Dirinya berharap Mahasiswa dapat menjadi agen pemersatu dan penggerak nilai kebangsaan melalui kerja nyata bersama masyarakat.
Kepala BPIP juga menyampaikan bahwa Papua bukan hanya penting secara geografis, tetapi juga strategis dalam membumikan nilai-nilai luhur bangsa.
Kepala BPIP menyampaikan setiap tahun BPIP memberikan Anugerah Insan dan Ikon Prestasi Pancasila.
“Tahun lalu, salah satu anak muda dari Papua terpilih karena aksi penanaman mangrove bersama masyarakat,
Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya pemahaman, tapi keteladanan. BPIP hanya memberi stimulus. Gotong royong masyarakatlah yang menghidupkan Pancasila,” pungkas Kepala BPIP.
Sementara itu PJ Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn.) Ramses Limbong, menyambut baik langkah ini dan memberikan sejumlah catatan penting.
“Kami menyarankan agar materi Pancasila dibuat lebih ringan, mudah dipahami anak-anak, dan disesuaikan dengan konteks kekinian,
Dengan pendekatan lokal seperti musik, sepak bola, budaya. Kami yakin pesan Pancasila akan lebih diterima,” ujar Pj. Gubernur.
Ramses Limbong menekankan masyarakat Papua memiliki nasionalisme yang kuat.
“Orang Papua, dari kota hingga pelosok kampung, bisa bahasa Indonesia dengan baik, Papua ini sangat Indonesia. Tapi tantangan kita adalah menjaga rasa kesatuan di tengah derasnya arus informasi,”paparnya.
“Kami butuh pembinaan ideologi yang menyentuh dan relevan, agar anak muda Papua tidak merasa asing di tanah airnya sendiri,”tandasnya.
Diketahui dalam lawatannya ke Tanah Papua, Kepala BPIP didampingi Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan, Ir. Prakoso, M.M. dan Direktur Jaringan dan Pembudayaan sekaligus Plt. Direktur Hubungan Antarlembaga dan Kerjasama, Toto Purbiyanto, S.Kom., M.Ti.
Penulis : NatYo