
Manokwari, TopbNews.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, membantah tegas isu yang menyebutkan dirinya akan menggantikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (RAKORNIS) Dinas Kehutanan di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Selasa (27/5).
Menanggapi isu tersebut, Lakotani menilai bahwa berbagai pandangan yang muncul merupakan bagian dari dinamika politik yang dipengaruhi oleh kepentingan masing-masing pihak.
“Intervensi itu macam-macam, orang memberikan pandangan dari sudut mana mereka menilai, tapi saya kira, baik secara pribadi maupun dalam hubungan kerja, saya dan Gubernur sangat baik. Tidak ada pikiran aneh-aneh atau upaya yang macam-macam”, tegasnya.
Ia menambahkan, sejak awal pihaknya telah bersama-sama turun tangan untuk mengkomunikasikan berbagai persoalan, termasuk yang menyeret nama gubernur, demi menjaga stabilitas daerah.
“Tugas kami memastikan agar aktivitas pemerintahan dan pembangunan berjalan baik, dan itu terus kami jaga sampai saat ini”, jelasnya.
Terkait riak-riak isu yang beredar di luar, Lakotani menyebut bahwa pihaknya telah menelusuri asal mula isu tersebut.
“Kami tahu dari mana, dari siapa, dan untuk kepentingan apa. Kami punya catatan dan informasi tentang siapa dan apa motifnya. Proses selanjutnya tentu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang”, ujarnya.
Lakotani juga menegaskan bahwa tidak ada upaya dari pihak gubernur maupun dirinya untuk mencari kekuasaan secara sepihak.
“Pernyataan-pernyataan itu bukan karena Pak Gubernur menawarkan diri. Kendali pemerintahan ini tetap di tangan Gubernur, saya membantu. Semua ini sejalan dan seirama”, tandasnya.
Saat ditanya mengenai dugaan permainan orang dalam, Lakotani menyebut hal itu hanya sebatas isu. Ia menegaskan, roda pemerintahan tetap berjalan, meski diakui ada beberapa kendala teknis yang bisa dijelaskan.
Terkait munculnya dukungan dari sejumlah pihak, Lakotani menyebut hal itu sebagai bentuk respons terhadap kerja nyata pemerintahan saat ini. Ia mengungkapkan dalam waktu dekat akan diluncurkan beberapa program unggulan dalam 100 hari kerja, seperti “Papua Cerdas” dan “Papua Produktif”.
Ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan terjadi pergeseran jabatan, terutama pada posisi Pelaksana Tugas (Plt) dan pejabat yang telah memasuki masa pensiun.
“Karena aturan-aturan kepegawaian harus dipatuhi, maka akan ada pergeseran jabatan”, tutupnya.
Penulis : Rian Lahindah