308 Orang Lulus Seleksi CPNS Pemkab Manokwari Formasi Tahun 2024

Manokwari, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari telah mengumumkan hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 yang berjumlah 308 orang.

Pengumuman resmi telah disampaikan kepada publik sejak Jumat (9/5/2025) dan menuai pro dan kontrak masyarakat.

Menjawab pro dan kontrak masyarakat, Bupati Manokwari, Hermus Indou menjelaskan, jumlah pendaftar CPNS di Manokwari mencapai lebih dari 2.000 orang, sementara formasi yang tersedia hanya 308.

“Itu artinya sekitar 1.700 lebih belum berkesempatan diterima sebagai CPNS. Ini adalah hal yang wajar karena setiap formasi hanya dialokasikan dua atau tiga orang, sementara pendaftar jauh lebih banyak,” kata Hermus.

Hermus menegaskan proses seleksi dilakukan secara transparan dan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dikendalikan langsung pemerintah pusat.

“Hasilnya tidak ditentukan oleh kepala daerah maupun pejabat yang berwenang di daerah. Semua murni ditentukan hasil tes peserta,” tegas Hermus.

Dalam rangka mengakomodir aspirasi masyarakat lokal, Pemkab Manokwari telah mengatur komposisi penerimaan CPNS melalui Peraturan Bupati.

Kebijakan tersebut menetapkan alokasi kuota sebesar 80 persen untuk Putra-Putri Asli Papua (OAP), dan 20 persen untuk masyarakat dari Suku Nusantara.

“Jadi dari 80 persen kuota OAP tersebut, pembagiannya pun diatur lagi : untuk anak-anak asli Arfak dan Doreri memiliki kuota tersendiri, dan Putra-Putri Papua dari luar Manokwari juga punya kuota tersendiri. Mereka semua bersaing secara adil di dalam kuota Masing-masing,” terang Hermus.

Ia memastikan, mayoritas peserta yang lolos adalah OAP, baik yang lahir besar di Manokwari, maupun yang memiliki garis keturunan ayah atau ibu asli Papua.

“Ini membuktikan bahwa keberpihakan terhadap OAP telah dijalankan secara proporsional,” aku Hermus.

Bupati Hermus juga menyampaikan permohonan maaf kepada para peserta yang belum berhasil lolos dalam seleksi.

Ia menghimbau masyarakat untuk menerima hasil tersebut dengan bijak dan memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah membuka formasi selanjutnya.

Hermus mengaku dalam program 100 hari kerja menargetkan pengangkatan 1.000 pegawai secara bertahap.

“Kuota 308 ini adalah bagian awal. Nantinya akan ada lagi formasi 508 dan bahkan hingga 900 orang,” sebutnya.

Hermus menghimbau masyarakat untuk bersabar karena Pemerintah Daerah akan mencari solusi mengatasi yang belum terakomodir.

“Jadi adik-adik yang belum lulus, bersabar. Kami sedang mencari solusi untuk menampung yang belum terakomodir,” pesan Hermus.

Penulis : Marthina Marisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!