
Manokwari, TopbNews.com – Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Papua Barat, Suwardi, menegaskan pentingnya mengangkat identitas arsitektur lokal dalam pembangunan infrastruktur di Papua Barat. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara usai menghadiri Pekan Arsitektur Papua Barat 2025, yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) IAI Papua Barat di Manokwari City Mall, Selasa (25/2).
Salah satu konsep utama yang diusung dalam kegiatan ini adalah penerapan filosofi “Kaki Seribu” dalam desain bangunan pemerintahan.
Menurut Suwardi, konsep ini sudah diterapkan pada beberapa bangunan, seperti teras di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Papua Barat. Ke depan, ia berharap konsep ini dapat dituangkan dalam blueprint arsitektur daerah dan diusulkan menjadi Peraturan Gubernur (Pergub) atau Peraturan Daerah (Perda).
“Kami ingin ketika orang datang ke Manokwari, mereka langsung bisa mengenali bahwa ini Papua Barat, tanpa perlu diberi tahu. Seperti Bali yang memiliki kain khasnya, kita ingin ‘Kaki Seribu’ menjadi elemen arsitektur yang memperkuat identitas daerah”, ujar Suwardi.

Dalam kegiatan ini, IAI Papua Barat juga memamerkan hasil kolaborasi dengan Kampung Wisata Pantai Amban Tanjung Pepaya. Para arsitek telah mendesain kawasan wisata tersebut dengan harapan dapat menarik perhatian pemerintah daerah untuk dikembangkan lebih lanjut.
Selain itu, IAI Papua Barat juga telah melakukan studi eksekusi ke kawasan Pegunungan Arfak untuk mendokumentasikan dan mengidentifikasi kekayaan arsitektur lokal dari tujuh suku di wilayah tersebut.
Dari hasil penelitian awal, ditemukan 7 bangunan dengan karakteristik unik yang berbeda satu sama lain.
“Kami melihat bahwa rumah adat dari tujuh suku ini memiliki perbedaan signifikan dalam ukuran dan desain. Orang awam mungkin melihatnya serupa, tetapi bagi arsitek, setiap bangunan memiliki ciri khas yang harus dilestarikan”, jelasnya.
Saat ini, jumlah anggota IAI Papua Barat berkisar 60 orang dan 11 anggota diantaranya memiliki Sertifikat Keahlian Arsitek (SKA). Suwardi berharap semakin banyak arsitek lokal, khususnya putra daerah, yang terlibat dalam pembangunan dan pelestarian arsitektur khas Papua.
“Kontribusi kami sebagai arsitek adalah memberikan ide dan gagasan agar Papua Barat memiliki identitas arsitektur yang kuat. Kami ingin masyarakat lebih mengenal IAI Papua Barat dan peran kami dalam pembangunan”, tutupnya.
IAI Papua Barat sendiri berkantor di belakang RSUD Papua Barat dan terbuka bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait desain dan konsep arsitektur daerah. (*/KY)