
Manokwari, Papua Barat – Matahari pagi menyinari lautan yang tenang di Pulau Mansinam, tempat bersejarah yang menjadi saksi masuknya Injil pertama kali di Tanah Papua 170 tahun silam. Ribuan umat dari berbagai daerah telah tiba di Manokwari untuk menghadiri Ibadah Syukur HUT Pekabaran Injil (PI) ke-170, sebuah momen sakral yang memperkuat semangat persaudaraan dan kebersamaan.
Di antara deretan kapal yang membawa jemaat menuju Pulau Mansinam, ada satu pemandangan yang mencerminkan kepedulian dan kebersamaan, tumpukan karton air mineral yang siap didistribusikan ke beberapa Gereja yang menjadi tuan rumah bagi tamu dari luar kota Manokwari. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian dari H. Ahmad Kuddus, Ketua Komisi II DPR Papua Barat, yang turut berpartisipasi dalam mensukseskan perayaan ini.
“Momentum HUT Pekabaran Injil ini bukan hanya soal perayaan, tetapi bagaimana kita menunjukkan kasih dalam tindakan, walaupun sebagai seorang muslim kita ingin tunjukkan gotong royong dalam persaudaraan. Kita ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang datang dari jauh bisa merasa nyaman selama mengikuti ibadah,” ujar H. Ahmad Kuddus, menegaskan makna kebersamaan yang selalu ia junjung.
Dalam semangat gotong royong, distribusi air mineral ini bukan hanya dilakukan oleh tim dari H. Ahmad Kuddus, tetapi juga melibatkan komunitas ASN Peduli Generasi Papua, yang di koordinir oleh Mersyana Jitmau.
Air mineral yang disediakan ini disalurkan ke lima Gereja yang menjadi tempat penerimaan tamu dari luar kota, yaitu:
- Jemaat GKI Pniel Anggori
- Jemaat GKI Petrus Amban
- Jemaat GKI Efata Manggoapi
- Jemaat GKI Narazate Fanindi Pantai
- Jemaat GKI Manyosi Wirsi
Perwakilan dari H. Ahmad Kuddus, Mohammad Yusuf bersama ASN Peduli Generasi Papua, turut mengawal distribusi ini hingga ke titik-titik yang ditentukan.
“Kami ingin berkontribusi sekecil apa pun agar para jemaat bisa beribadah dengan nyaman. Ini adalah bagian dari pelayanan kepada saudara-saudara kita,” kata Mersyana Jitmau, yang turut memimpin koordinasi penyaluran bantuan.
Kesuksesan perayaan ini juga mendapat dukungan penuh dari PT. Aryah Hikmat, perusahaan milik Ibu Sitti Rahayu Maulani Saleh, yang turut menyumbangkan kendaraan untuk keperluan logistik dan transportasi peserta ibadah.
Bantuan kendaraan ini disampaikan melalui perwakilan perusahaan, Ibu Rahayu, yang menegaskan bahwa perusahaan mereka selalu ingin berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Kami percaya bahwa perayaan ini bukan hanya milik umat Kristiani, tetapi bagian dari harmoni kebersamaan di Papua Barat. Kami senang bisa berkontribusi,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ibadah Syukur HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua tahun ini berlangsung dengan penuh hikmat. Ribuan jemaat berkumpul di Pulau Mansinam untuk mengikuti prosesi ibadah yang dipimpin oleh para pemuka agama.

Bagi Marthinus Waramui, salah satu jemaat yang datang dari Sorong, momen ini bukan hanya tentang merayakan sejarah, tetapi juga bagaimana kasih Tuhan terlihat melalui kepedulian sesama.
“Saya datang jauh-jauh dari Sorong untuk mengikuti ibadah ini. Tapi ketika melihat bagaimana ada banyak pihak yang peduli, seperti penyediaan air minum, transportasi, dan pengamanan, saya merasa sangat bersyukur. Ini bukti nyata bahwa kita semua adalah satu dalam kasih,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Pendeta Elia Mandowen, salah satu pemimpin jemaat di Jemaat GKI Narazate Fanindi Pantai, menegaskan bahwa bantuan kecil seperti air minum ini sangat berarti bagi para jemaat yang datang dari berbagai penjuru.
“Di bawah terik matahari, air adalah berkah. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu, terutama kepada Bapak Ahmad Kuddus dan timnya, serta ASN Peduli Generasi Papua. Semoga Tuhan membalas kebaikan mereka,” ucapnya penuh haru.
Untuk memastikan kelancaran acara, 762 personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, dan pemerintah daerah telah dikerahkan. Fokus utama pengamanan adalah pada delapan titik penyeberangan menuju Pulau Mansinam, untuk memastikan setiap jemaat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.
Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manokwari juga turut membantu di titik-titik utama, memastikan para peserta dapat menyeberang dengan tertib.
Di penghujung acara, H. Ahmad Kuddus kembali menegaskan bahwa HUT Pekabaran Injil bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan kasih di antara masyarakat Papua Barat.
“Kita semua, dari latar belakang apa pun, memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan ini. Di perayaan 170 tahun Injil di Papua, kita belajar bahwa kasih bukan hanya kata-kata, tetapi tindakan nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Muhammad Yusuf, sebagai perwakilan tim dari H. Ahmad Kuddus, turut menyampaikan kesannya setelah terlibat langsung dalam penyaluran bantuan.
“Kami hadir bukan hanya sebagai bagian dari acara ini, tetapi sebagai saudara yang ingin berbagi dan melayani. Bantuan air minum mungkin sederhana, tetapi di tengah ribuan jemaat yang datang dari jauh, ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian. Semoga ke depan, semangat berbagi ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang turut serta,” ungkapnya dengan senyum penuh arti.
Dengan perayaan yang berlangsung lancar dan penuh semangat, jemaat yang hadir kembali ke tempat mereka masing-masing dengan hati penuh sukacita. Tahun demi tahun, perayaan ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik dengan semangat persaudaraan dan kepedulian.
Dari bantuan air mineral untuk para jemaat, transportasi dari PT. Aryah Hikmat, hingga kerja sama antara ASN Peduli Generasi Papua dan tim dari H. Ahmad Kuddus, perayaan ini menunjukkan bahwa semangat Pekabaran Injil tidak hanya hidup dalam ibadah, tetapi juga dalam aksi kepedulian nyata.
Seperti yang dikatakan oleh H. Ahmad Kuddus, “Kasih itu bukan sekadar ucapan, tetapi bagaimana kita hadir untuk sesama. Hari ini, kita semua adalah bagian dari sejarah yang terus hidup, sejarah yang penuh kasih dan persaudaraan.”Dan di Pulau Mansinam, di antara doa-doa yang dipanjatkan, semangat itu tetap menyala. (*/rls)