
Manokwari, Topbnews.com – Perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-170 di Tanah Papua akan menjadi momentum penting bagi persatuan masyarakat Papua dari tujuh wilayah adat.
Dengan mengusung tema “Injil untuk Pendamaian, Satu Sabda Satu Bangsa”, perayaan ini diharapkan dapat memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman.
Pdt. Etha Ayatanoi selaku koordinator seksi acara, menekankan HUT PI tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga panggilan untuk bersatu dan membangun Papua bersama.
“Tema ini kami angkat khusus untuk mempersatukan semua anak-anak Papua di tujuh wilayah adat. Jangan sampai kita merasa berbeda karena berasal dari daerah yang berbeda, tetapi kita harus ingat bahwa kita adalah Papua, satu,” ujar Pdt. Ayatanoi saat diwawancarai di Pulau Mansinam, Minggu (2/2).
Perayaan akan diawali dengan pembakaran obor, di mana perwakilan dari tujuh wilayah adat akan menyalakan obor masing-masing, yang kemudian disatukan dalam obor utama yang dinyalakan oleh Ketua Sinode.
Prosesi ini menjadi lambang persatuan bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, masyarakat Papua tetap satu dalam kasih dan persaudaraan.
Salah satu bagian yang paling dinanti dalam perayaan ini adalah tarian kolosal, yang akan menggambarkan kehidupan harmonis masyarakat Papua di tujuh wilayah adat.
“Tarian ini akan menunjukkan bagaimana gerak mereka, tari mereka, gaya hidup mereka yang penuh kedamaian. Namun, dalam perjalanan kehidupan itu, munculah berbagai tantangan, sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan yang kemudian merusak keharmonisan kita,” jelas Pdt Ayatanoi.
Melalui pertunjukan ini, panitia berharap seluruh tamu undangan, termasuk pemerintah, gereja, dan masyarakat, dapat memiliki tekad bersama membangun Papua dengan semangat kebersamaan.
Terkait persiapan acara, panitia memastikan telah mencapai 90 persen dan hanya menyisakan gladi bersih yang akan dilaksanakan 4 Februari.
Pendeta Aitanoy menegaskan panitia ingin menampilkan wajah asli Papua dengan budaya yang kaya dari tujuh wilayah adat.
“Kami ingin menunjukkan kepada dunia, inilah kami, Papua, dengan segala budaya dan kebersamaan kami,” tegasnya.
Sementara panitia masih menunggu kepastian mengenai kehadiran Presiden Republik Indonesia. Meskipun undangan telah dikirimkan, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana.
“Kami masih menunggu kabar terkait kedatangan RI 1. Undangan sudah sampai, tetapi sampai saat ini belum ada konfirmasi kepada kami panitia terkait kedatangan RI 1,” kata Pdt. Ayatanoi.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, perayaan HUT PI ke-170 di Manokwari diharapkan menjadi momen bersejarah yang memperkuat persatuan dan komitmen bersama untuk membangun Papua yang lebih maju dan sejahtera.(*/red)