
Manokwari, TopbNews.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, mendapat tanggapan positif dari SMA Negeri 1 Manokwari.
Program yang bertujuan meningkatkan gizi dan semangat belajar siswa ini juga menuai sejumlah masukan dari pihak sekolah dan pelajar.
Kepala SMA Negeri 1 Manokwari, Lucinda Patricia Mandobar, menjelaskan bahwa program MBG sudah berjalan enam kali di sekolahnya.
Paket makanan yang diterima setiap hari disesuaikan dengan jumlah siswa yang hadir. Pada Senin (20/1), sebanyak 1.490 paket makanan didistribusikan kepada pelajar kelas X hingga XII.

“Program ini berdampak positif. Kehadiran siswa meningkat, dan mereka terlihat lebih senang. Namun, proses distribusi makanan dalam beberapa kloter sebaiknya dioptimalkan agar tidak mengganggu jam belajar,” ujar Lucinda.
Lucinda juga menyarankan agar menu yang disajikan lebih praktis, seperti makanan yang digoreng, karena lebih tahan lama dibandingkan menu berkuah atau basah.
Angelina Kwasti, siswa kelas X, mengapresiasi kualitas makanan yang dinilai sehat dan aman. Namun, ia berharap ada variasi pada menu sayur agar tidak membosankan.
Hal ini sejalan dengan pendapat Kenzo Kristo Sibarani, siswa lainnya, yang menginginkan rotasi lauk, seperti ayam, ikan, dan tempe, serta porsi yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan beberapa siswa.
Meski demikian, para siswa sepakat bahwa program MBG sangat membantu, terutama bagi mereka yang tidak membawa bekal atau uang jajan ke sekolah.
Menanggapi masukan tersebut, Lucinda menyebutkan bahwa variasi menu sudah dirancang sesuai standar. Ia juga mengingatkan bahwa penyajian makanan untuk ribuan siswa membutuhkan perencanaan matang.
“Ini bukan masakan untuk satu atau dua orang. Kita perlu memahami proses besar ini dan bersyukur atas manfaat yang diterima,” tegasnya.
Secara keseluruhan, program MBG dinilai efektif dalam membantu siswa dari segi gizi dan ekonomi. Meski masih ada ruang untuk perbaikan, pihak sekolah menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan program ini. (*/KY)