Panitia Peringatan HUT PI Terus Lakukan Persiapan, Salah Satunya Tarian Kolosal

Ketua Panitia Pelaksanaan HUT PI di Tanah Papua, Derek Ampnir saat diwawancarai (Foto : Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Ketua Panitia Pelaksanaan HUT Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua, Derek Ampnir mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan persiapan yang semaksimal mungkin jelang peringatan HUT PI ke-170 Injil Masuk Tanah Papua, yang akan digelar pada 5 Februari 2025 di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat.

Ia menyampaikan bahwa Perayaan HUT PI ini adalah momen penting, terutama dengan rencana menghadirkan Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini tentunya akan menjadi perhatian khusus terhadap Tanah Papua khususnya Provinsi Papua Barat dan Kota Manokwari.

“Ini merupakan momen penting karena rencananya yang akan hadir adalah orang nomor satu yakni Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto”, ucapnya Kepada TopbNews.com di Halaman GOR Sanggeng, Sabtu (18/1).

Ia menambahkan bahwa salah satu persiapan yang tengah dilakukan saat ini adalah pelatihan Tarian Kolosal yang akan ditampilkan nanti.

“Salah satu persiapan yang kami lakukan saat ini adalah mempersiapkan tarian kolosal dan sudah memasuki hari ketiga dan persiapan masih terus kami lakukan untuk mencapai hasil yang maksimal”, jelas Ampnir.

Dikatakannya sebelum melakukan proses pelatihan pihaknya telah melakukan Workshop (Pelatihan) bagi para anggota penari yang berasal dari berbagai sanggar tari di Kabupaten Manokwari.

“Untuk lokasi latihan sudah meminta ijin kepada pemerintah daerah untuk menggunakan GOR di Sanggeng, baik di dalam gedung maupun di halaman”, sambungnya menambahkan.

Lanjut Ampnir, para anggota penari ini tidak berasal dari umat Kristen saja namun ada juga yang berasal dari umat Islam yang ditargetkan mencapai 200-400 orang.

“Hal ini menunjukkan bahwa solidaritas antar umat beragama di Provinsi Papua Barat sangat kuat”, terangnya.

H-3 Perayaan HUT PI, para penari kata Derek Ampnir akan diturunkan langsung ke pulau Mansinam untuk melakukan Gladi bersih sekaligus mempersiapkan diri untuk tampil.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para penari yang berasal dari berbagai suku yang ada di Tujuh Wilayah Adat di Provinsi Papua Barat maupun Suku Nusantara yang sudah terlibat dalam Tarian kolosal.

“Setelah melihat secara langsung proses latihan pada hari ini tentunya kami berharap pada hari-H mereka dapat menampilkan tarian yang baik yang dapat menceritakan kehidupan masyarakat di Tanah Papua yang hidup berdampingan dan menjunjung tinggi solidaritas”, pungkasnya. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!