
Manokwari, TopbNews.com – Kebakaran hebat melanda sebuah ruko yang digunakan sebagai gudang petasan di kawasan Wosi, dekat kompleks Hotel Fajar Roon, Manokwari, Rabu (15/1) pagi. Insiden inididuga kuat dipicu oleh korsleting listrik, meskipun penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Kepala Seksi Keselamatan Lingkungan Damkar Provinsi Papua Barat, Hendra, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 05.39 WIT.
“Laporan awal menyebutkan ada korsleting listrik. Kami segera berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Manokwari untuk menangani kebakaran,” ujar Hendra saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Hendra, kebakaran terjadi di gudang berkapasitas besar yang diperkirakan mampu menampung hingga satu kontainer petasan. Hal ini menyulitkan proses pemadaman.
“Material di dalam gudang mempercepat penyebaran api, hingga siang hari kami masih berupaya melakukan pendinginan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa api sempat menjalar ke lantai dua kantor cabang pembantu Bank BRI Manokwari Kota yang berada di sebelah gudang.
“BRI terdampak di bagian lantai dua. Untuk lantai bawahnya masih aman,” tambahnya.
Sebanyak 15 personel Damkar Papua Barat bersama dua armada dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, upaya mereka masih memerlukan waktu tambahan untuk memastikan api benar-benar padam.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Manokwari, Yusuf Kayukatui, menyebutkan pihaknya baru mengetahui kejadian ini sekitar pukul 07.30 WIT.

“Kami mendapatkan informasi dari Danramil Kota, kemudian segera menuju lokasi bersama personel Damkar Kabupaten,” ujar Yusuf.
Ia mengungkapkan, setibanya di lokasi, tim dari Damkar Papua Barat sudah melakukan penanganan awal.
“Kami mendukung dengan satu armada dan 10 personel untuk membantu proses pendinginan,” katanya.
“Kami belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari pemilik gudang karena yang bersangkutan tidak ada di tempat saat kejadian,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas Damkar masih terus berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mendalami penyebab dan dampak insiden ini.
Kejadian ini menjadi peringatan penting akan perlunya pengelolaan dan pengamanan ekstra pada gudang yang menyimpan material berisiko tinggi seperti petasan. (*/KY)