Antisipasi Hama Penyakit Tanaman Pangan, BPTPH Sosialisasi Peramalan OTP

Foto Bersama Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan Holtikultura (BPTPH), Teguh Santoso dan perwakilan Anggota UPTD di Kabupaten Manokwari (Foto: Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews. com – Balai Proteksi Tanaman Pangan Holtikultura (BPTPH) Provinsi Papua Barat menggelar Sosialisasi Penyampaian peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Senin (13/1) di kantor BPTPH Arfai.

Tujuan kegiatan berhubungan dengan dampak Perubahan Iklim (DPI) yang terjadi, sekaligus langkah awal mengantisipasi peledakan serangan hama dan penyakit pada Tanaman Padi dan Jagung di Kabupaten Manokwari Tahun 2025.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan Holtikultura (BPTPH) Provinsi Papua Barat, Teguh Santoso, S.Hut menjelaskan, Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) kerap kali menjadi masalah bagi komoditas pertanian.

“Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) apabila tak ditangani dengan baik akan berdampak terhadap produksi komoditas pertanian. Khususnya, pada komoditas padi dan jagung yang sedang di tanam para Petani di Kabupaten Manokwari,” sebut Teguh.

Menurutnya, para petani yang harus berperan penting dan lebih aktif dalam kelompok tani setempat dan diharapkan lebih cerdik mengenali jenis Hama penyakit yang menyerang tanaman Pangan dan bagaimana cara pengendaliannya.

Untuk Tanaman Padi terdapat 3 jenis Hama penyakit. Teguh menjelaskan yang pertama adalah :
1..Wereng Batang Coklat (WBC) yang memiliki karakteristik dengan tipe yang cukup kecil dan mudah berkembang biak di musim kemarau dan hujan.

“Sebagai Faktor virus kerdil rumput, hasil Uji Lab BBPOPT, BPTPH Tahun 2024 tanaman padi di dataran Prafi dan Sidey sudah terinfeksi dan di Distrik Oransbari terdapat padi yang kerdil dan hampa,” jelasnya.
Kedua adalah :

  1. Hama Tikus tercatat pada awal tahun 2024 menyerang persemaian tanaman padi dan jagung serta tanaman holtikultura di Distrik Warmare.
    Selanjutnya ketiga adalah :
  2. penyakit Hawar Pelepah Padi merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur (Rhizoctonia Solani) dan pada Tahun 2024 berdasarkan hasil uji Laboratorium menemukan penyakit tersebut pada wilayah (Prafi Mulya, Desay Bowi Subur hingga Sidey Baru, serta pada bulan November ditemukan gejala di Distrik Oransbari.

Sedangkan untuk Tanaman Jagung terdapat 2 jenis Hama yaitu :

  1. Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) pada tahun 2024 ditemukan lahan jagung di Kampung Susweni yang menyerang tanaman jagung mulai dari (Akar, batang, daun, bunga hingga tongkol buah jagung).
  2. Ngengat Spodoptera Fugiperda juga memiliki sifat yang sama.

Lebih lanjut, alumni Faperta Uncen angkatan 98 ini menambahkan, berdasarkan data tersebut pihaknya menekankan pada setiap UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura yang berada di Kabupaten Manokwari agar tetap waspada di Tahun 2025.

“Berdasarkan data yang sudah kita ketahui bersama ini tentunya menjadi tolak ukur untuk mengantisipasi ledakan Hama dan penyakit pada tanaman Padi dan jagung maupun tanaman Holtikultura yang lain, walaupun hal ini hanya ramalan, namun jika tidak terjadi lonjakan Hama dan penyakit ya kita bersyukur dan jika terjadi lonjakan kita sudah siap untuk mengatasi hal tersebut,” ucap Teguh mengingatkan semua pihak.

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!