
Manokwari, TopbNews.com – Kabupaten Manokwari berduka atas kepergian DR. Bastian Salabai, mantan bupati yang menjabat pada periode 2011–2016.
Tokoh yang dikenal dengan dedikasinya untuk masyarakat ini meninggal dunia pada Senin (6/1) pukul 09.00 WIT setelah menjalani perawatan intensif.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Bupati Manokwari saat ini, Hermus Indou. Dalam pernyataan resminya, Hermus menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian salah satu putra terbaik Manokwari.
“Sebagai pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Kabupaten Manokwari, kami turut berbelasungkawa atas berpulangnya DR. Bastian Salabai. Beliau adalah sosok yang telah memberikan kontribusi besar untuk daerah ini,” ujar Hermus.
Hermus, yang hadir bersama istrinya Febelina Wondiwoy, menyampaikan bahwa jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt, Kelurahan Sowi, Manokwari.
Sebelum meninggal dunia, DR. Bastian Salabai sempat dirawat intensif selama sebulan. Beliau menjalani perawatan di RSAL Manokwari sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Siloam di Makassar. Sayangnya, kondisi kesehatan almarhum terus menurun hingga akhirnya kembali ke RSAL Manokwari.
“Kami percaya bahwa amal dan perbuatan baik yang beliau lakukan semasa hidup akan menjadi bekal di sisi-Nya,” tambah Hermus
Sebagai mantan pemimpin daerah, Bastian Salabai meninggalkan warisan besar yang masih dirasakan masyarakat hingga kini. Hermus Indou menyebut bahwa jasa almarhum akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan Manokwari.
“Kita semua merasa kehilangan, tetapi harus kuat melanjutkan perjuangan beliau untuk kemajuan Manokwari. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi cobaan ini,” lanjut Hermus.
Dalam sebuah acara resmi di halaman Kantor Bupati Manokwari, Hermus juga sempat memimpin penghormatan kepada almarhum dengan mengajak peserta yang hadir untuk mengheningkan cipta.
DR. Bastian Salabai dikenang sebagai sosok yang penuh komitmen terhadap pembangunan dan pelayanan masyarakat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi seluruh masyarakat Manokwari.
Doa dan penghormatan terus mengalir dari berbagai pihak, menandakan betapa besarnya pengaruh beliau selama hidupnya. Manokwari kini melepas salah satu putra terbaiknya dengan penuh hormat dan doa tulus. (*/KY)