Terima DIPA dan TKD 2025 Rp 16,60 Triliun: Papua Barat Prioritas Pembangunan SDM dan Ekonomi

Manokwari, TopbNews.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2025 senilai Rp16,60 triliun.

Penyerahan yang dilakukan secara digital oleh Kepala Kanwil DJPb Papua Barat, Purwadhi Adiputranto, kepada Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, berlangsung di Auditorium PKK Papua Barat, Kamis (19/12).

Dari total anggaran tersebut, Rp.4,83 triliun dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat yang akan dikelola 252 satuan kerja, sementara Rp11,77 triliun merupakan dana TKD yang disalurkan ke provinsi dan tujuh kabupaten di Papua Barat.

“Anggaran ini diharapkan menjadi penggerak utama pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,” ujar Purwadhi.

Selain itu, Ali Baham menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan efisien untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Penggunaan anggaran harus tepat sasaran agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat,” katanya.

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu fokus utama, bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah, memberdayakan UMKM, dan memperkuat ekonomi lokal.

Berikuta rincian Alokasi Anggaran Belanja Pemerintah Pusat:

Pegawai: Rp1,65 triliun (34,23%)

Barang: Rp1,99 triliun (41,20%)

Modal: Rp1,19 triliun (24,56%)

Bantuan sosial: Rp722 juta

Dana TKD:

Dana Bagi Hasil: Rp3,94 triliun

Dana Alokasi Umum: Rp4,48 triliun

Dana Otonomi Khusus: Rp1,6 triliun

Dana Desa: Rp 664,61 miliar

Kabupaten penerima terbesar adalah Teluk Bintuni (Rp2,5 triliun), sementara empat kabupaten, termasuk Teluk Wondama dan Manokwari Selatan, mendapatkan insentif tambahan untuk mendukung pembangunan.

Harapan Pembangunan Berkelanjutan
Dengan sinergi APBN dan APBD, pemerintah optimistis dapat mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memperkuat ekonomi Papua Barat.

“Pelaksanaan APBN 2025 akan menjadi momentum bagi Papua Barat untuk terus berkembang sebagai motor penggerak pembangunan Indonesia Timur, ” tutup Purwadhi. (*/KY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!